SULSELEKSPRES.COM – Mantan Dosen Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung beberapa waktu lalu kembali dihadirkan sebagai pembicara diprogram Youtube, Realita TV.
Tak lagi bicara politik pemerintahan dalam negeri, kali ini Rocky bicara soal Muslim Uighur. Kehadiran Rocky ini sempat mendapat candaan dari Rahma Sarita selaku pembawa acara.
Awalnya, Rahma menyapa dan memperkenalkan Rocky dengan sebutan Habib. Tak hanya itu, Rahma yang sudah beberapa kali menghadirkan Rocky diacaranya juga menyebut dosen filsafat tersebut sebagai pengamat segala bidang.
“Narsum selanjutnya Al Mukarram Habib Rocky Gerung Al Adin,” sapa Rahma seperti dilihat Sulselekspres pada (22/12/2019).
Baca: Bukan Masalah Agama, Ini Penjelasan Rocky Gerung Soal Konflik Uighur
Mendengar candaan Rahma, Rocky terlihat tertawa. “Rahma oke, saya iyakan segalanya,” balas Rocky tertawa.
“Ini pengamat, pengamat segalanya begitu. Apapun temanya tamunya Rocky Gerung juga,” tambah Rahma lagi.
Dalam diskusi tersebut, Rocky menyebut kalau konflik muslim Uighur sejatinya bukanlah persoalan agama. Muslim Uighur disebutnya adalah minoritas dari segi etnis maupun agama.
Baca: Rocky Gerung Ngaku Frustasi Usai Sebut Jokowi Tak Paham Pancasila
“Dan kita tahu bahwa memang itu bukan soal agama, kan faktanya Uighur ini kan adalah minoritas, yang mayoritas etnis Han di Tiongkok. Jadi dia minoritas secara etnis, minoritas secara agama,” jelas Rocky.
Rocky menguraikan, problem di Uighur muncul setelah peristiwa 911. China kemudian kuatir akan potensi teroris.
Uighur sendiri disebut Rocky secara etnis lebih dekat kepada Turki. Hanya saja tidak bisa masuk di Turki jika ada persekusi di China akibat adanya semacam kesepakatan dengan Eropa bahwa ini akan banjir pengungsi.
“Sebetulnya bukan teroris karena terpersekusi di negeri sendiri, mau pergi ke Turki yang lebih akrab secara etnis ngga bisa karena ada problem politik pengungsi,” pungkasnya.



