BONE, SULSELEKSPRES.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Bone bekerja sama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi-Selatan menggelar temu teknis budidaya kebangkitan udang windu di Gedung Teater Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone, Rabu (20/03/2019).
Peserta temu teknis kebangkitan udang windu diikuti oleh penyuluh perikanan, kelompok pembudidaya ikan, dan tenaga teknis Dinas Perikanan Kabupaten Bone berjumlah sebanyak kurang lebih direncanakan 100 orang peserta.
Kepala DKP Provinsi, Ir. Sulkaf Latif mengatakan ini merupakan salahsatu tugas bagaimana udang windu ini kembali jaya seperti dulu.
BACA: The Climate Foundation Ingin Kembangkan Rumput Laut Sulsel
“Tahun ini BBAP Takalar 40 juta benih udang windu yang akan dibagi-bagi di 24 Kab/Kota di Sulsel dari Indonesia Timur. Mudah-mudahan Bone ada. 40 juta yang akan dibagi artinya bisa jadi 80-90 persen dari 40 juta bisa ditebar di Sulawesi-Selatan. Marilah kita kembalikan kejayaan udang windu, untuk Sulawesi Selatan tahun ini kita ada 18 kabupaten/kota yang menghasilkan udang windu tetapi lima yang terbesar itu mulai dari Pinrang, Wajo, dan Bone termasuk urutan keempat, maka teman-teman Dinas Kabupaten bersama pihak Gubernur membuat wilayah cluster ada lima menjadi dua cluster, untuk tahun ini ada 10 kabupaten yang kita kasih percontohan,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone, Ir. Wahida, M.Si dalam arahannya mengungkapkan pertemuan ini untuk menambah informasi tentang peluang dan kondisi udang windu, dan ini merupakan program yang bersinergi dengan Pememrintah Provinsi dalam kebangkitan udang windu.
BACA: Kementan RI Ekspor 200 Ton Rumput Laut Asal Pinrang ke 4 Negara
“Dapat kami sampaikan bahwa Kabupaten Bone memililiki potensi pemanfaatan budidaya air payau memiliki lahan tambak kurang lebih 14 ribu hektar dimana komoditinya yang kita kembangkan adalah udang, bandeng, maupun rumput laut. Untuk memanfaatkan potensi tersebut tentunya kami juga membutuhkan kerjasama dari beberapa pihak, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta dukungan dari masyarakat atau stakeholder kami,”ungkapnya.
Wahida menjelaskan, beberapa kendala yang dihadapi untuk pemanfaatan udang windu berupa penyakit, perubahan iklim, dan pasaran. “Kami berharap banyak semoga temu teknis ini dapat memberikan informasi bagi kami terutama penyuluh, pembudidaya di 10 kecamatan pantai untuk membantu dan mencarikan solusi dalam hal pengembangan budidaya udang windu kedepannya,”jelasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Bidang Budidaya H.Amin mengatakan bahwa tujuan temu teknis untuk mendukung program Gubernur tentang program kebangkitan udang windu di Sulawesi-Selatan, menyamakan persepsi kepentingan stakeholder agar dapat saling tukar informasi terkait peluang, tantangan, dan kemudahan dalam pengembangan budidaya air payau khususnya udang windu.
“Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Kelautan dan Perikanan akan melakukan percontohan demfarm budidaya udang windu pada dua kecamatan yaitu Kecamatan Mare dan Cenrana pada tahun anggaran 2019 yang bersumber dari dana alokasi khusus,”pungkasnya.
Sebagai Narasumber dalam temu teknis Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi-Selatan, Kepala Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Cabang Makassar, Kepala Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau Kabupaten Takalar, dan Direktur Politeknik Kelautan Perikanan Bone.



