25 C
Makassar
Tuesday, February 3, 2026
HomeParlemanDua Fraksi DPRD Bone Walk Out saat Bahas APBD TA 2022

Dua Fraksi DPRD Bone Walk Out saat Bahas APBD TA 2022

PenulisYusnadi
- Advertisement -

BONE,SULSELEKSPRES.COM – Wakil Bupati Bone Drs.H.Ambo Dalle, MM didampingi Sekda Bone Drs. H. Andi Islamuddin menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bone di Gedung DPRD Bone, Kamis (9/6/2022).

Adapun agenda pembahasan rapat paripurna yakni penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap dua Rancangan Pemerintah Daerah tentang Ranperda fasilitasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan perkursor narkotik, Dan kedua Ranperda tentang pencegahan perkawinan anak.

Sementara saat rapat gabungan komisi terkait pembahasan percepatan realisasi APBD Tahun Anggaran 2022 ada dua fraksi yakni Nasdem dan Gerindra memilih walk out .

Kedua fraksi ini walkout karena pimpinan OPD yang diundang tidak hadir. Pasalnya, pimpinan OPD tersebut diduga menghadiri kegiatan di Makassar.

Ketua Fraksi Nasdem, Andi Muh Salam mengungkapkan keputusan diambil lantaran merasa lembaga DPRD ini tidak lagi dihargai. Kepala dinas yang diundang, terkhusus Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bone, malah memilih menghadiri kegiatan di Makassar.

“Kami memilih keluar karena rapat ini mestinya pihak yang dapat mewakili bupati hadir. Minimal pimpinan OPD. Yang hadir tadi hanya sekretaris dan nyatanya tak mampu mengambil keputusan,” ungkapnya.

Menurut A Salam yang juga selaku Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bone, menambahkan sikap pimpinan OPD tersebut jelas telah melecehkan lembaga DPRD Bone.

“Yang mengundang adalah lembaga terhormat DPRD Bone. Mestinya pertemuan di Makassar itu diwakilkan. Karena yang kita bahas disini menyangkut masyarakat luas, apalagi relaisasi anggaran sangat rendah,” lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan, Fraksi Gerindra Fahri Rusli yang mengatakan rapat semestinya tak perlu dilanjutkan karena yang akan dibahas adalah realisasi anggaran.

“Atau jangan-jangan kadisnya ini sengaja menghindar karena takut atau tak mampu mempertanggungjawabkan dan tak dapat memberi jawaban atas pertanyaan kami,” cetusnya.

Fahri menegaskan, terkhusus Dinas Bina Marga, kinerjanya sangat rendah. Belum ada program di dinas tersebut kecuali program PEN yang jalan.

“Saya dari awal sudah komitmen kalau pimpinan OPDnya tidak ada, kita walk out. Sementara saya bicarakan juga dengan ketua partai ini tentang langkah yang akan diambil. Termasuk kemungkinan melayangkan mosi tidak percaya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bone, Irwandi Burhan saat memimpin rapat gabungan komisi kemudian memilih menunda rapat hingga 20 Juni mendatang.

“Karena teman-teman juga sudah keluar maka kita akan tunda rapat hingga 20 Juni mendatang,” ujarnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img