24 C
Makassar
Thursday, January 29, 2026
HomeNasionalFahri Hamzah Kritik Pembelian Saham Freeport: 'Namanya Goblok'

Fahri Hamzah Kritik Pembelian Saham Freeport: ‘Namanya Goblok’

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Fahri Hamzah mengkritik keras keputusan pemerintah membeli saham Freeport.

Fahri menganggap kalau pembelian saham 51 persen ini adalah sebuah kesalahan. Dia menyebut kalau kesalahan ini bisa saja terbongkar dimasa yang akan datang.

“Kita sebagai warga negara yang baik, memberi nasehat kepada presiden @jokowi dan kabinetnya bahwa suatu hari kesalahan hari ini akan dipersoalkan. Dan sudah sering kita lihat akhir dari kebijakan yg salah di masa lalu. Terbongkar di masa depan. #InalumFreeport,” kata Fahri Hamzah seperti dikutip Sulselekspres.com diakun media sosialnya, Sabtu, (22/12/2018).

Baca: Kritik Pembelian Saham Freeport, Fahri Hamzah Contohkan Skandal Century

Fahri kemudian mengingatkan soal kasus Century. Pada saat keputisan diambil secara terburu-buru, ada pihak lain yang disebut bisa saja mengambil keuntungan.

“Ini saran saja. Terserah mau terima atau tidak. Saya ingatkan #SkandalBankCentury di masa lalu. Pada saat keputusan terburu2 diambil, ada saja pihak lain yang memanfaatkan situasi. Niat “menguasai 51% “ terasa sangat mulia. Tapi mulia untuk siapa? #InalumFreeport,” katanya.

“Saya anggota pansus #SkandalBankCentury dan tahu betul modus orang2 yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dalam kasus #InalumFreeport pasti ada. Dan kasat mata. Karena kita tahu ini bukan transaksi biasa. Ini mega transaksi. Bisa jadi skandal raksasa.” tambahnya.

Fahri juga menyampaikan keheranan atas pembelian ini. Freeport disebut barang sendiri jadi untuk apa dibeli. Terlebih karena masa operasional Freeport sisa 3 tahun lagi.

Baca: Kubu Prabowo Tuding Pembelian Saham Freeport untuk Kepentingan Asing

“BUMN kecil Inalum ini dapat uang dari mana? Hutang besar ini dijamin siapa? Saham per 51% bernilai 56 Trilyun kata siapa? Padahal masa operasional tinggal 3 tahun. 3 tahun lagi nilainya 0%+Rongsokan sekarang 100% bernilai lebih 100T? Ini transaksi diatur siapa? #InalumFreeport,” ujarnya.

Dia menambahkan kalau drama “merebut kedaulatan dari tangan asing” ini luar biasa membuat lupa bahwa skandal mengintip ketidakcermatan. Sehingga lebih baik Ngutang membeli milik sendiri daripada menunggu ambil hak sendiri.

“Sekali lagi 2021 Freeport selesai ijin-nya dan tidak perlu ada negosiasi. Kalau mau negosiasi ulang minta 50% gratis. Sekarang, setelah kita bayar pakai utang Freeport berlanjut 20 tahun lagi. Betul kata ekonom itu, “namanya goblok!”. Maafkan. #InalumFreeport,” ujar dia.

Sebagai informasi, hari ini Inalum telah melunasi transaksi saham Freeport Indonesia sebesar US$3,85 miliar atau sekitar Rp56 triliun (kurs Rp14.500 per Dolar AS). Dana itu berasal dari obligasi global perusahaan yang diterbitkan pada bulan lalu sebesar US$4 miliar atau sekitar Rp58 triliun.

(*)
spot_img

Headline

spot_img
spot_img