MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pengamat politik kebangsaan, Arqam Azikin, mengatakn pertarungan Pilwali Makassar masih rawan bagi semua bakal calon, mengingat belum ada partai yang memberikan surat B1 KWK untuk dibawa ke KPU.
Sejauh ini, bakal calon hanya mendapat surat tugas dan surat rekomendasi semata, seperti yang diperoleh tiga bakal calon, yaitu Danny Pomanto (DP), Syamsu Rizal (Deng Ical), dan Irman Yasin Limpo (None).
“Belum ada bakal calon yang sudah mendapat rekomendasi untuk dibawa ke KPU. Jadi ini baru masuk level dua, yang harus dikejar bakal calon ini kan level empat. Artinya masih ada level antara dua dan empat,” buka Arqam saat dikonfirmasi awak media.
Arqam menilai apa yang diperoleh bakal calon saat ini hanya sebatas kode dari partai politik, yang kemudian menimbulkan klaim dari masing-masing kubu bakal calon.
“Jadi kalau dilihat dari klaim-klaimnya, DP sudah ada Nasdem dan Gerindra, None adami PAN sama Golkar, Ical dapat PDI, PKB, PKS. Pertanyaannya sekarang siapa yang sudah dapat B1 KWK, sampai hari ini kan belum ada,” jelas Arqam.
“Jadi saya katakan, semua bakal calon, empat figur yang disebut-sebut ini belum ada yang paten dapat dukungan partai,” lanjut Arqam, Rabu (1/7/2020) malam.
Meski begitu, semua bakal calon harus tetap waspada, sebab surat rekomendasi bisa saja berubah tiba-tiba. Hal ini juga dinilai menjadi pekerjaan berat bagi Munafri Arifuddin alias Appi.
“Tapi begini, tiga bakal calon ini sudah punya tanda-tanda, cuma ini yang harus dipertanyakan, akan berubah atau tidak pada saat pendaftaran di KPU. Nah khusus untuk Appi.”
“Appi ini kan belum ada simbol partai yang mengarah ke dia. Ini lebih parah. Jadi Appi harus kerja lebih keras, karena tiga lawannya sudah punya simbol partai, sementara Appi Belum ada,” terang Arqam.
Saat ini satu-satunya peluang yang harus dilakukan Appi adalah mengamankan Partai Demokrat atau Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sebab hanya dua partai tersebut yang memiliki jumlah kursi banyak di DPRD Makassar.
Meskipun masih ada sejumlah partai lain seperti Partai Hanura, Partai Perindo, dan Partai Berkarya, tetapi jumlah kursi mereka tidak akan cukup untuk memenuhi syarat minimal pendaftaran di KPU.
Sehingga Demokrat dan PPP bisa menjadi penentu Appi untuk maju di Pilwali Makassar. Tetapi jika ia gagal mengaman dua partai tersebut, maka Appi akan gugur dengan sendirinya.
“Yang ditunggu orang ke mana Demokrat, PPP, dan Hanura. Terutama PPP dan Demokrat, kalau mereka lari ke calon lain maka gugur lah Appi. Karena yang menentukan Appi lolos cuma PPP dan Demokrat,” tutup Arqam.
Sebenarnya Appi bisa saja lolos meski hanya mengamankan satu partai antara PPP dan Demokrat. Dengan Catatan Appi harus mengambil suara Hanura dan Perindo, atau bahkan mengamanan Partai Berkarya sekalian.



