MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya (Cagora) mengecam keras aparat kepolisian atas tindakan represif yang dilakukan terhadap kader hijau hitam di Cabang Dompu.
Wesekun Bidang Informasi dan Komunikasi HMI Cagora, Syukur El Basri menegaskan, pihak kepolisian tidak sewajarnya melakukan tindakan represif terhadap salah satu kader HMI dimanapun, terlebih kader HMI Cabang Dompu.
Sebab, aparat kepolisian adalah agent keamanan negara dan pengayong masyarakat. Seharusnya sebagai aparat negara tidak memberikan tontonan yang tidak etis kepada seluruh masyarakat Indonesia.
“Aparat kepolisian harus sadar bahwa mereka itu di biayai oleh pemerintah bukan untuk membuat onar, apalagi memukul salah satu kader kami,” tegasnya, saat dihubungi melalui WhatsAppnya, Rabu (25/7/2018).
Menurutnya, mahasiswa UIN Alauddin Makassar ini, pihak kepolisian harusnya memberikan pemahaman mengenai undang-undang terhadap aparatnya agar bisa memahami tugasnya sebagai pengayom masyarakat.
“Bukan malah menjadikan mahasiswa atau masyarakat sebagai musuhnya. Kami berharap pihak kepolisian lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat, bukan sebagai momok yang menakutkan bagi masyarakat,” jelas mahasiswa fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar ini.
Oleh karena itu lanjut dia, kasus pemukulan terhadap kader organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia ini, bukan baru kali ini saja, dalam satu tahun sudah beberapa kadernya yang dianiaya oleh aparat kepolisian yang tidak bertanggung jawab.
“Kami menyampaikan, kalau satu kader HMI yang tersakiti maka seluruh kader HMI se-nusantara akan merasakan kesakitan,” ungkapnya.
Selain itu, dia juga menyampaikan kepada Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) agar mengeluarkan surat edaran untuk melakukan aksi solidaritas atas penganiayaan terhadap kader HMI di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).
“PB-HMI harus segera mengeluarkan surat edaran, agar kader HMI se-nusantara turun menuntut atas tindakan represif terhadap kader HMI yang juga kader bangsa,” kata narasumber handal di HMI Cabang Gowa Raya ini.
Dia menjelaskan, aksi tersebut berawal karna ada salah satu kader HMI Cabang Dompu yang dipukul Jum’at malam oleh oknum polisi yang sedang patroli di daerah setempat.
Sebelumnya, korban sempat mengatar kohati dari Sekretariat HMI Cabang Dompu menuju rumah salah satu kader perempuan HMI yang dikenal dengan sebutan Kohati tegah mengalami kecelakaan tunggal.
Namun, tiba-tiba datang 6 orang oknum kepolisian yang sedang patroli lalu membantu Kohati agar bisa berdiri. Tidak lama setelah itu oknum kepolisian tersebut langsung menyuruh Kohati.
Korban pun, mencoba untuk memberikan penjelasan soal keadaan sang Kohati lantara disuruh terus untuk mengendarai motor sementara masih dalam keadaan sakit.
“Sebagai pengayom masyarakat seharusnya polisi bantu saya bukan menyuruh paksa bawa motor karna dia sedang sakit,” ungkap korban.
Tidak lama setelah korban menegur demikian, langsung dapat tamparan hingga memar pada bagian wajahnya.






