28 C
Makassar
Wednesday, April 1, 2026
HomeNasionalIni Alasan Natuna Dipilih Sebagai Lokasi Isolasi WNI dari Wuhan

Ini Alasan Natuna Dipilih Sebagai Lokasi Isolasi WNI dari Wuhan

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Indonesia ingin memastikan warga yang dievakuasi dari Wuhan, China benar-benar bebas dari virus Corona sebelum dipulangkan di kampung halaman masing-masing.

Untuk itu, para warga ini akan diisolasi lebih dahulu di Pulau Natuna. Natuna dianggap tempat paling pas sebagai lokasi transit sementara waktu.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, Natuna dipilih jadi tempat isolasi karena dianggap sudah memenuhi standar protokoler kesehatan dari World Health Organization (WHO). Selain itu, di sana juga terdapat pangkalan militer yang jauh dari pemukiman penduduk serta memiliki landasan pacu yang dekat dengan tempat isolasi.

“Kami mendukung kepulangan saudara-saudara kita dari Wuhan menuju Indonesia dengan memberikan sarana dan prasarana untuk mendukung protokoler kesehatan itu sendiri di antaranya yang kita harus dipenuhi adalah menyediakan tempat isolasi yang jauh dari penduduk dan yang terbaik dan terpilih adalah wilayah Natuna,” kata Hadi di ruang VIP terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, pada Sabtu (1/2/2020) dikutip dari Okezone.com.

Baca: Korban Virus Corona Meningkat, DPRD Sulsel Minta Pemprov Lakukan Tindakan Pencegahan

Selain itu, pangkalan TNI di Natuna juga memiliki fasilitas kesehatan yang dikelola oleh Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Angkatan Darat, sehingga memudahkan proses evakuasi WNI yang baru kembali. Sementara jarak antara tempat isolasi ke pemukiman penduduk sejauh 5 hingga 6 kilometer.

Sehingga, dari hasil penilaian itu Natuna dipilih menjadi tempat transit sementara sampai dengan dinyatakan bebas bisa bertemu dengan keluarga.

“Tempat ini dipilih karena jauh dari penduduk serta disana terdapat pangkalan militer yang memiliki faskes yang dikelola oleh tiga angkatan serta memiliki runaway dekat dengan tempat isolasi,” katanya.

Proses pemulangan WNI dari Wuhan ke Indonesia akan dipantau sepenuhnya oleh TNI dengan memantau pergerakan pesawat serta memberikan frekuensi militer sehingga dapat memantau apa yang sedang terjadi di udara hingga ke darat.

“Proses pemindahannya akan dipantau oleh militer, sehingga kita bisa memonitor apa yang sedang dilaksanakan dari udara menuju udara China menuju ke wilayah udara Indonesia dan terus kita pantau sampai pendaratan,” pungkasnya.

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img