Tak terima dengan pelecehan tersebut, Tia melaporkan kepada atasannya, H. Muslimin pada Kamis (18/01) yang merupakan orang kedua dari PT Riztechindo selaku perusahaan pengelola Cleaning Service. Ia dan Amir lantas dipanggil untuk melapor. Namun di hadapan atasannya, Amir tidak mengakui perbuatannya. Hal itu lantas membuat Tia tidak terima jawaban tersebut dan berani bersumpah dirinya telah dilecehkan.
Berharap mendapat keadilan dari atasannya, Ia malah dipojokkan H. Muslimin dengan mengancam ulang akan dipecat jika kasus pelecehan tersebut tersebar.
“Jangan bilang-bilang, kita-kita mo saja yang tau, jangan sebar karena di kasi keluar ko itu,” kata Tia menirukan H. Muslimin.
Takut ancaman tersebut, Ia tak bisa berkata-kata lagi karena memikirkan kondisi kedua anaknya. Ia kemudian dipindahkan ke salah satu fakultas. Ia juga belum melaporkan pelecehan tersebut ke kepolisian.
Ia sebenarnya takut menceritakan pelecehan ini kepada tim Caka. Ancaman pemecatan menjadi resiko dari apa yang keluar dari mulutnya. Namun bayang-bayang pelecehan tetap muncul di pikirannya. Selama wawancara Ia terus menangis menceritakan kisahnya dan meminta agar nama aslinya tidak di cantumkan.
Penulis: Agus Mawan



