SULSELEKSPRES.COM – Kalau Anda merasa sering mengantuk tanpa sebab dan produktivitas harian terus menurun, jangan dibiarkan begitu saja. Segera periksakan diri ke dokter atau ubah gaya hidup agar menjadi lebih baik.
Berikut beberapa kondisi yang menjadi penyebab sering mengantuk:
- Kebiasaan Tidur yang Buruk
Memiliki kebiasaan tidur yang buruk sering kali mengalami kantuk kapan pun dan di mana pun. Kondisi ini muncul jika terbiasa tidur kurang dari 6 jam setiap harinya. Sering tidur lewat tengah malam sehingga waktunya menipis sebelum kembali beraktivitas.
Kebiasaan tidur yang buruk disertai dengan begadang karena nonton TV atau mungkin lembur membuat tubuh menjadi sangat lelah. Dampaknya, saat siang hari tubuh menjadi sering lemas dan mendadak ngantuk muncul begitu saja.
- Sleep Apnea
Gangguan tidur ini menyebabkan seseorang mendengkur keras, terengah-engah, tersedak, berhenti bernapas, dan bangun tiba-tiba. Penderita sleep apnea berulang kali mengalami henti napas cukup lama yang mengganggu tidur. Kondisi ini juga untuk sementara waktu menurunkan suplai oksigen ke otak.
Ketika siang hari, penderitanya seringkali merasa sangat mengantuk. Ini yang menjadikan sleep apnea menjadi salah satu penyebab sering mengantuk. Gangguan tidur ini juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi), stroke, dan serangan jantung.
- Narkolepsi
Gejala utama narkolepsi yang paling tidak spesifik adalah ngantuk yang berlebihan. Narkolepsi terjadi ketika ada masalah dengan tidur malam dan terjaga. Oleh karena itu, karakteristik tidur dapat terjadi secara tiba-tiba saat terjaga (seperti kelumpuhan) dan faktor terjaga dapat mengganggu waktu tidur.
Gejala narkolepsi yang paling khas adalah cataplexy, yaitu hilangnya kekuatasn otot secara tiba-tiba dengan rangsangan emosional seperti kejutan.
- Sindrom Kelelahan Kronis
Ini merupakan suatu kondisi yang mungkin menjadi penyebab sering mengantuk dan membuat orang merasa lelah. Kondisi ini ditandai dengan kelelahan yang memburuk setelah melakukan aktivitas. Hal ini juga terkait dengan kurang waktu tidur dan seringnya nyeri sendi dan otot.
Meskipun penyebab sindrom kelelahan kronis tidak diketahui secara pasti, ini dapat menyebabkan kerusakan dan gangguan signifikan pada kehidupan penderitanya.
- Sindrom Kleine-Levin
Meskipun jarang terjadi, sindrom Kleine-Levin adalah kondisi yang dapat diderita orang dewasa muda dan dapat menyebabkan ngantuk berlebihan yang berulang. Kondisi ini dapat berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Terkadang rasa kantuk dapat melumpuhkan.
Sindrom ini juga sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari seperti kegiatan belajar di sekolah dan bekerja. Kemungkinan ada gejala terkait, termasuk halusinasi dan perilaku hiperseksual atau kompulsif.
- Gangguan Ritme Sirkadian
Berbagai gangguan ritme sirkadian dapat membuat orang merasa terlalu mengantuk. Ritme sirkadian adalah waktu internal alami tubuh yang dapat membantu mengoordinasikan aktivitas dengan waktu terang dan gelap. Jika waktu ini tidak selaras, mungkin akan merasa ngantuk di waktu yang tidak tepat.
Misalnya, jika memiliki sindrom fase tidur lanjut, orang akan merasa mengantuk di malam hari sebelum waktu tidur. Sebaliknya, dengan sindrom fase tidur tertunda, orang akan sulit tidur (insomnia) dan merasa mengantuk di pagi hari. Orang dengan kondisi pertama disebut morning larks dan orang dengan kondisi kedua disebut night owl.
- Sindrom Kaki Gelisah
Gangguan yang menyebabkan gerakan berlebihan saat tidur dapat membuat seseorang merasa mengantuk keesokan harinya. Hal yang paling umum dari kondisi ini adalah sindrom kaki gelisah atau restless legs syndrome (RLS).
RLS ditandai dengan sensasi tidak nyaman di kaki yang berhubungan dengan keinginan untuk bergerak di luar kendali tubuh. Kondisi ini biasanya terjadi di malam hari saat berbaring untuk beristirahat.
- Insomnia
Insomnia adalah kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur. Penderitanya cenderung merasa sangat mengantuk tetapi tidak dapat tertidur. Beberapa gejala yang umum dari insomnia, termasuk:
- Tidak bisa tidur.
- Bangun terus-menerus sepanjang malam.
- Bangun pagi-pagi sekali dan tidak bisa kembali tidur.
Insomnia bisa sulit didiagnosis. Biasanya, dokter hanya mendiagnosis insomnia dengan mengesampingkan potensi gangguan tidur lainnya.



