- Depresi
Depresi dapat menyebabkan gangguan tidur, termasuk rasa kantuk yang berlebihan di siang hari, terlalu banyak tidur, atau tidur tidak nyenyak. Selain itu, gangguan tidur juga dapat menyebabkan gejala depresi.
Kelelahan umum dan kelelahan di siang hari biasa terjadi pada orang yang mengalami depresi. Gejala depresi lainnya, termasuk perasaan sedih, perasaan putus asa, perasaan cemas, kesulitan berkonsentrasi, dan kesulitan mengingat.
- Kurang Tidur
Kurang tidur biasanya terjadi ketika seseorang tidak cukup tidur. Menurut American Academy of Sleep Medicine (AASM) bahwa orang dewasa membutuhkan antara 7 atau 8 jam tidur setiap malam untuk merasa waspada dan cukup istirahat keesokan harinya.
Orang yang tidak cukup tidur di malam hari kemungkinan besar akan mengalami rasa kantuk yang berlebihan esok harinya. Beberapa penyebab umum kurang tidur, termasuk jam kerja yang berlebihan atau tidak konsisten dan kondisi medis yang mendasari.
- Kondisi Medis
Beberapa kondisi medis dapat menjadi penyebab sering mengantuk. Salah satu kondisi medis yang paling umum adalah diabetes.
Kondisi lain yang dapat menyebabkan kantuk termasuk yang menyebabkan nyeri kronis atau memengaruhi metabolisme atau kondisi mental, termasuk hipotiroidisme atau hiponatremia (ketika kadar natrium dalam darah terlalu rendah).
Sedangkan kondisi medis lainnya yang diketahui menyebabkan kantuk termasuk infeksi mononukleosis (mono).
BACA: 8 Makanan dan Minuman Ini Bisa Bikin Ngantuk dan Lemas
- Obat-obatan Tertentu
Dalam beberapa kasus, merasa ngantuk di siang hari mungkin karena efek samping dari pengobatan tertentu, termasuk:
- Antihistamin.
- Antipsikotik.
- Antidepresan.
- Obat untuk meredakan kecemasan.
- Obat tekanan darah tinggi.
Jadi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter tentang efek samping obat apa pun. Jika efek samping seperti kantuk terlalu sulit diatasi, dokter mungkin akan menyarankan untuk mengganti obat atau dosis.
- Sering Kencing di Malam Hari
Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai nokturia atau poliuria nokturnal. Selama waktu tidur, tubuh menghasilkan lebih sedikit urine yang lebih pekat. Artinya, kebanyakan orang tidak perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil dan bisa tidur tanpa gangguan selama 6-8 jam.
Jika Anda bangun dari tidur dua kali atau lebih setiap malam untuk buang air kecil, kemungkinan mengalami nokturia. Selain mengganggu tidur dan menjadi salah satu penyebab sering mengantuk, nokturia juga bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang mendasarinya.
- Faktor Gaya Hidup
Faktor gaya hidup tertentu dapat menyebabkan rasa kantuk, seperti jam kerja yang sangat lama atau beralih ke shift malam. Dalam kebanyakan kasus, rasa kantuk akan mereda saat tubuh beradaptasi dengan jadwal baru.
Faktor lainnya yang menyebabkan rasa kantuk di siang hari adalah minum kafein atau makan makanan berat menjelang waktu tidur. Kafein adalah stimulan yang terkandung dalam minuman seperti kopi, teh, soda, dan minuman energi. Kafein dapat menyebabkan gangguan tidur di malam hari dan rasa kantuk meningkat keesokan harinya.
Makanan berat atau pedas juga dapat menyebabkan sakit perut dan membuat tidak bisa tidur. Namun, camilan ringan sebelum tidur mungkin dapat membantu untuk tertidur.
- Gagal Memprioritaskan Tidur
Begadang sekadar untuk menonton serial atau bangun lebih awal untuk lari pagi adalah dapat mengurangi waktu tidur, sehingga mengganggu prioritas untuk tidur.
Hal tersebut dapat menyebabkan rasa kantuk keesokan harinya, dan masalah dapat menumpuk seiring waktu. Ketika ini menyebabkan kurang tidur dalam jangka waktu yang lama, ini dikenal sebagai sindrom tidur tidak mencukupi atau insufficient sleep syndrome.



