MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Jelang Hari Kakatua Indonesia (HKI). Beredar sebuah foto yang di unggah di Media Sosial, yang menunjukkan puluhan jenis Burung Nuri yang mati di buang begitu saja di pinggir jalan.
Dari keterangan foto tersebut, puluhan nuri yang telah mati berada di sekitar Tol Reformasi Tabaringan, Makassar.
Meski tidak ada informasi yang jelas darimana kah puluhan nuri ini berasal. Tapi menurut lembaga nirlaba Protection of Forest & Fauna (Profauna) mensinyalir, burung itu merupakan hasil yang diduga penyelundupan dari Maluku.
“Mengingat burung Nuri adalah Endemik Maluku,” tulis Munatsir Abu Rinjani, selaku Kordinator Profauna Chapter Makassar melalui rilis yang diterima, Kamis (13/9/2018).
Terkait kejadian ini, pihaknya mengecam peristiwa tersebut, mengingat populasi burung nuri yang terus berkurang di Alam.
“Sangat disayangkan, nuri semakin terancam punah akibat berubahnya habitat dan penangkapan dialam untuk diperdagangkan,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Natsir menduga, bahwa penangkapan burung nuri di alam, merupakan imbas dari permintaan pasar yang terus meningkat.
Makassar, kata Natsir menjadi salah satu target penyelundupan satwa yang sudah dilindungi ini.
“Peminatnya sangat memprihatinkan, tidak hanya orang dewasa tetapi juga sudah merambah ke anak kecil,” ujarnya.
Untuk itu, melalui peringatan HKI, pihaknya akan terus mengajak Masyarakat untuk turut serta melindungi dan melestarikan Burung Kakatua dan Nuri dengan cara sederhana.
“Misalnya tidak menangkap, menjual, membeli dan memelihara Kakatua sebagai Satwa peliharaan,” tutupnya.
Penulis: Agus Mawan






