Jelang Idul Adha, Sapi Bali Masih Jadi Primadona

“Kita sudah kirim ke beberapa daerah. Seperti Jakarta, Bandung dan Batam. Namun, jumlahnya masih kalah dengan tahun lalu,” keluhnya.

Dia memperkirakan anjloknya pesanan ternak sapi ini lantaran faktor ekonomi. Tak hanya pesanan ke luar daerah, pesanan pasar lokal juga sepi.

Selain harga ternak, pedagang juga mengeluhkan naiknya harga pakan. Kini, harga pakan naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per ekor. Pihaknya khawatir jika permintaan ternak sapi anjlok akan berdampak pada kelangsungan usaha para pedagang. “Izin sudah mahal. Harga sapi ikut mahal, sedangkan permintaan justru anjlok,” keluhnya lagi.

Selama ini, kata Isrin, sapi Bali menjadi primadona untuk ternak kurban. Selain dagingnya melimpah, harganya lumayan murah. Rata-rata, satu ekor berkisar Rp 13 juta. Jakarta menjadi pasar potensial ketika musim kurban.

Sapi Bali banyak diburu pedagang dari Jawa di pasar Goris, Buleleng. Sapi yang dijual jenis pejantan, umurnya di atas 2 tahun. Kini, menurut Isrin, para pemburu sapi Bali tak hanya dari Banyuwangi. Namun, dari berbagai daerah di Jawa. Kondisi ini yang membuat harga sapi Bali terus meroket.