Tidak hanya itu, disaat cuaca buruk itu Jumaidil yang terbang bersama ayahnya, Jamaluddin itu juga mencium adanya bau Avtur. Bahkan, dia mengira ada kebocoran dari pesawat.
“Kayak bau avtur juga. Kayak bocor, dan ada peringatan untuk pasanga sabuk pengaman. Tapi, saya tidak pasang karena dilarang sama bapak. Bapak yang buka sefety beltnya,” jelasnya.
Baru setelah dalam keadaan tersebut bapak yang juga korban dalam kecelakaan tersebut, Jamaluddin (43) menendang dirinya hingga terlempar keluar pintu pesawat. Dan bapaknya menyusul lompat dari tempat yang sama.
BACA BACA:
Sar Gabungan Lakukan Pencarian Pesawat Demonim Air
Jenazah Korban Pesawat Jatuh Di Papua Tiba Di Rumahnya, Kapolda Ikut Mengangkat
Ini Pengakuan Anak yang Selamat Kecelakaan Pesawat di Papua
Keduanya melompat lantaran, pintu keluar dekat dengan posisi mereka duduk yakni bagian paling belakang sebelah kiri. Beruntung, saat jatuh dirinya masih sempat mengambil rotan sehingga terhindar dari bahaya jurang tempat dirinya jatuh dan terguling.
Sebelumnya, kecelakaan pesawat terjadi di Gunung Menuk, Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang pada 10 Agustus 2018 lalu. Yang mengakibatkan 8 orang meninggal dari sembilan penumpang.
8 dari 9 penumpang dinyatakan meninggal dunia setelah tim SAR, TNI, dan Polri yang melakukan pencarian di Gunung Manuk sehari setelah pesawat dinyatakan jatuh. Dikarenakan jarak yang harus ditempuh butuh waktu untuk sampai.



