BerandaRagamJumaidil Sebut Kecelakaan Pesawat di Papua Karena Beban Lebih dan Kebocoran

Jumaidil Sebut Kecelakaan Pesawat di Papua Karena Beban Lebih dan Kebocoran

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Korban selamat kecelakaan pesawat yang terjadi di Gunung Menuk, Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang pada 10 Agustus 2018 lalu, Jumaidil Jamaluddin (12), menyebut kemungkinan jatuhnya pesawat karena beban yang cukup berat.

Jumaidil mengungkapkan, dalam pesawat Dimonim Air, selain sembilan orang penumpang, serta kru, didalam pesawat juga terdapat belasan karung beras. Yang terbagi di dua tempat yakni di belakang pilot dan pada belakang pesawat.

BACA BACA: 
Sar Gabungan Lakukan Pencarian Pesawat Demonim Air
Jenazah Korban Pesawat Jatuh Di Papua Tiba Di Rumahnya, Kapolda Ikut Mengangkat
Ini Pengakuan Anak yang Selamat Kecelakaan Pesawat di Papua

“Berat juga kayaknya. Beras di dalam banyak. Karena di belakang pilot ada itu beras, di depanku juga ada beras,” katanya, saat ditemui di rumah keluarganya, di Jalan Daeng Tawalla, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Minggu (24/9/2018).

Dia juga menceritakan, saat peswat lepas landas dari Tanah Merah dengan pesawat Dimonim Air dengan kode PK-HVG cuaca sangat bagus. Namun, saat tengah perjalanan cuaca mulai memburuk hingga pilot tidak bisa menghindari awan.

“Dari Tanah Merah cuaca itu bagus. Baru di tengah mulai buruk. Pilot berusaha hindari awan tapi tidak bisa,” kata, Jumadil yang merupakan korban kecelakaan pesawat bersama ayahnya Jamaluddin.

PenulisM. Syawal