SULSELEKSPRES.COM – Kapal selam ARA San Juan milik Argentina ditemukan setelah setahun menghilang.
Kabar ini setelah pemerintah Argentina mengumumkan telah mendeteksi kapal selam mereka yang dilaporkan hilang sejak November 2017 lalu tersebut.
Dilansir dari Kompas.com, dilaporkan AFP Sabtu (17/11/2018), pencarian kapal selam ARA San Juan itu dibantu perusahaan Amerika Serikat (AS), Ocean Infinity.
Mereka mengerahkan kapal pengeksplorasi Seabed Constructor yang sebelumnya digunakan dalam pencarian pesawat maskapai Malaysia Airlines MH370 awal tahun ini.
Baca Juga:
Kucing ‘Dajjal’ Bermata Satu dan Bertanduk Lahir di Bengkulu
Mayat Manusia Dikuliti untuk Dijadikan Pameran di Museum Body Worlds Jerman
Dalam kicauan mereka di Twitter, Angkatan Laut menyatakan ARA San Juan berada di kedalaman 800 meter di Samudra Atlantik.
“Kini setelah kapal selam itu ditemukan, kami bisa membuka bab baru,” kata juru bicara AL Argentina Rodolfo Ramallo kepada Todo Noticias TV.
Keluarga kru San Juan melakukan peringatan pada pekan ini, dengan Presiden Mauricio Macri berjanji bakal melanjutkan pencarian.
ARA San Juan, kapal selam kelas TR-1700 yang mulai aktif dalam misi sejak 19 November 1985, dilaporkan hilang di selatan Samudera Atlantik dengan membawa 44 kru.
Argentina mengumumkan ARA San Juan hilang pada Jumat (17/11/2017), setelah transmisi terjadwal terakhir terjadi pada Rabu (15/11/2017).
Kapal tersebut berada dalam penyelaman 10 hari dari pelabuhan selatan di Argentina, Pelabuhan Ushuaia, menuju pangkalan angkatan laut di Mar del Plata, 400 km dari selatan Buenos Aires.
Komandan kapal selam Gabriel Galeazzi menjelaskan, San Juan sempat menyembul ke permukaan dan melaporkan adanya “hubungan arus pendek” di aki kapal.
AL segera memerintahkan San Juan untuk membatalkan misi dan kembali ke Pangkalan Mar del Plata secepatnya sebelum kontak dinyatakan putus.
Baca: CIA Simpulkan Pembunuhan Jamal Khashoggi Atas Perintah Putra Mahkota Saudi
Delapan hari kemudian, Organisasi Pelarangan Senjata Nuklir mendeteksi anomali gema beberapa jam sejak kontak terakhir San Juan.
Juru bicara AL lainnya Enrique Balbi pada 2017 berkata, kemungkinan suara yang didengar adalah ledakan dari San Juan.
Dia menjelaskan, air laut masuk ke snorkel kapal yang biasanya digunakan untuk mengambil udara ketika kapal ke permukaan.
Air itu membanjiri aki sehingga menyebabkan hubungan arus pendek dan memercikkan api sebelum San Juan dinyatakan menghilang.
Kapal pengeksplorasi konstruksi dasar laut itu dilengkapi dengan kamera yang dapat menyelam hingga kedalaman 6.000 meter.
Perusahaan pencari kapal ini sendiri telah dijanji akan mendapat hadiah sebesar 7,5 juta dolar (sekitar Rp 111 miliar) apabila mereka dapat menemukan kapal selam tersebut.



