SULSELEKSPRES.COM – Tewasnya Kapten begal, Kemal (25) di Kota Makassar menambah rentetan sikap tegas pihak kepolisian terhadap para pelaku begal.
Sebelumnya, tepatnya pada 13 April 2016 lalu, pihak kepolisian juga menembak mati Zahdil Nizam alias Iyyong (24). Sosok yang dikenal sebagai raja begal karena aksi-aksinya.
BACA: Kapten Begal Tewas Tertembak, Ini Perjalanan Aksinya Semasa Hidup
Iyyong ditembak setelah berusaha kabur saat digrebek oleh Personil Resmob Polrestabes Makassar di sebuah rumah kontrakan.
Adapun Kemal, si Kapten Begal Sukaria, tewas diterjang dua buah peluru Tim Jatanras Polrestabes Makassar, di Jalan Nikel Raya, Jumat (21/9/2018).
Tak hanya raja dan kapten begal, pihak kepolisian hampir setiap waktunya juga mengamankan sejumlah komplotan begal lain.
BACA JUGA:
Tembak Mati Kapten Begal, Polisi Incar Anggota Komplotan
Adik Vokalis Band Caramel, Dibegal Saat Pulang Sekolah
Usai Tebas Polisi, Kapten Begal Tewas Diterjang Timah Panas
Meskipun demikian, penangkapan bahkan penembakan seolah tak membuat jera. Korban begal hampir setiap waktunya selalu terdengar.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono, mengatakan, pelaku yang merupakan kapten begal di wilayah Sukaria itu diburu karena pengembangan dari penangkapan sebelumnya.
Wirdhanto menambahkan, pelaku merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dengan sejumlah TKP di Kota Makassar itu berakhir diterjang dua butir timah panas pada bagian dada.
“Karena mengancam keselamatan petugas dan masyarakat sekitar, tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan sebanyak dua kali oleh petugas sehingga pelaku meninggal ditempat,” katanya.



