SULSELEKSPRES.COM – Para pakar kesehatan masih tengah berupaya membuat vaksin untuk varian B.1.1.529 atau Omicron.
Terlebih setelah para ahli mendapati kalau dua suntikan vaksin tidak memberikan perlindungan yang cukup terhadap serangan Omicron.
Dampak yang ditimbulkan penderita Omicron juga berbeda dari infeksi varian lainnya.
Dokter di Afrika Selatan menyebut gejala COVID-19 varian Omicron umumnya tidak mengeluhkan gejala kehilangan indra penciuman dan perasa, termasuk peningkatan kebutuhan oksigen.
“Ini benar-benar berbeda dari (varian) Delta,” jelas Dokter Afrika Selatan Angelique Coetzee dilansir dari Detikcom.
Gejala berbeda juga bisa dirasakan penderita omicron saat malam hari. Dimana disebutkan kalau seseorang bisa berkeringat berlebih meski dalam suhu ruangan yang dingin.
“Satu tanda mungkin muncul pada malam hari. Pasien datang dengan ‘keringat malam’,” kata dokter umum Unben Pillay pada briefing yang diadakan pada hari Senin oleh Departemen Kesehatan Afrika Selatan.
Keringat malam yang dimaksud saat kondisi pakaian hingga tempat tidur yang basah kuyup akibat cairan keringat, padahal udara di sekitar tempat tidur sejuk.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di laboratorium di Afrika Selatan, beberapa ciri lain yang dilaporkan seperti, gejala seperti flu, batuk kering, demam, nyeri pada banyak bagian tubuh, dan kelelahan. Kemudian tenggorokan gatal, tidak batuk, dan Tidak kehilangan indra perasa dan penciuman.
Secara terpisah, Walikota Makassar, Ramdhan ‘Danny’ Pomanto meminta warga untuk terus membentengi diri dengan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Terlebih setelah adanya varian baru covid yang terus bermunculan.
“Kita berjuang melawan pandemi Covid-19. Kini kita bersiap menghadapi serangan varian baru Covid-19,” kata Danny di Monumen Korban 40.000 Jiwa Jalan Langgau Makassar, Sabtu, (11/12/2021).
Dia menambahkan, semua pihak harus selalu bisa menjaga diri dari paparan virus mematikan ini. Hal paling tepat dilakukan dengan pencegahan agar tidak tertular.
“Menaati prokes adalah salah satu hal penting yang harus tetap dilakukan,” katanya.
Danny juga meminta agar bersama memerangi virus covid-19 yang kini sedang bermutasi ke varian baru.
“Serangan virus covid-19 perkembangannya pesat. Varian baru sedang bermutasi dan saya berharap kita semua bisa menaati prokes dengan baik,” pungkasnya.
(yusdin)



