MAKASSAR,SULSELEKSPRES.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau kepada masyarakat agar informasi yang beredar harus saring. Pasalnya sejak Maret 2020 lalu ada sebanyak 1.387 informan hoaks seputar covid-19 yang beredar di tengah pandemi saat ini.
Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan bahwa penyebaran informasi salah atau hoaks di era digital penyebarannya sangat masif, termasuk yang berkaitan dengan pandemi COVID-19 yang berlangsung saat ini.
Kondisi diperparah karena masih ada oknum tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja membuat dan menyebarkan hoaks. “Sejak pandemi COVID-19 menyentuh Indonesia Maret 2020 lalu, ada 1387 jenis hoaks yang teridentifikasi,” katanya, dalam Dialog Produktif bertema Tolak dan Waspada Hoaks, yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (27/1/2021).
Olehnya itu, Kominfo sebagai leading sektor terus berupaya untuk selalu memantau dan memberikan informasi terkait pemberitaan atau informasi salah yang beredar di media sosial dengan memberikan stempel dan disebarkan kembali atau menghapus di media sosial sebagai sumber penyebaran informasi.
“Tapi kalau sudah mengganggu ketertiban umum, kita bisa lapor ke polisi untuk ditindaklanjuti. Saat ini sudah ada
134 kasus yang ditangani kepolisian terkait hoaks COVID-19 ini,” terangnya.
Salah satu hoaks yang sempat mengemuka beberapa waktu lalu adalah terkait meninggalnya seorang tentara usai divaksinasi. Mayor Infantri Sugeng Riyadi, Kepala Staf Kodim 0817/Gresik adalah korbannya. Ia diberitakan meninggal dunia setelah mendapat vaksin COVID-19, Jumat (15/1/2021) lalu.
“Saya ditunjukkan melalui pesan WhatsApp, bahwa saya dikabarkan meninggal dunia. Saya pertama kali mendengar berita ini justru dari komandan saya Dandim 0817/Gresik, Letkol Taufik
Ismail, kemudian saya diajak foto selfie untuk menangkal berita tidak benar itu,” terang Mayor Sugeng.
Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho, menuturkan bahwa sejauh ini isu dominan dalam penyebaran informasi palsu terkait dengan vaksimn virus korona. Bahkan, pihaknya mencatat informasi palsu itu cukup viral dan tersebar di tengah masyarakat.
“Akhir-akhir ini isu dominan informasi hoaks adalah terkait vaksin COVID-19. Kami mencatat ada 83 hoaks terkait dengan vaksin COVID-19, dan viralitasnya cukup tinggi, karena 42% terkait dengan isu keamanan dan kemanjuran termasuk hoaks kematian Mayor Sugeng,” ungkapnya.



