SULSELEKSPRES.COM – Penelitian awal menunjukkan kemungkinan adanya peningkatan risiko infeksi ulang terhadap varian ini. Maksudnya, orang yang sebelumnya pernah terinfeksi COVID-19 akan lebih mudah terinfeksi ulang terhadap varian ini.
Walaupun demikian, informasi mengenai hal tersebut masih terbatas, dan peneliti masih melakukan pengamatan lebih lanjut.
Varian B 1.1.529 mencengkeram sel lebih erat, menahan beberapa antibodi. Sebagian antibodi bisa memberikan perlawan terhadap virus ini. Namun, sebagian lagi tidak bisa memberikan perlawanan karena virus menempel sangat erat.
Hal tersebut memungkinkan penurunan efikasi dari vaksinasi. Meski begitu, vaksin COVID-19 masih terus dijadikan langkah tepat untuk melindungi seseorang dari infeksi yang menimbulkan gejala parah serta menurunkan risiko kematian bila terkena.
Peneliti beranggapan vaksinasi booster dapat menawarkan perlindungan lebih, sehingga hal ini sedang dalam tahap pengamatan lebih lanjut. Saat ini di Indonesia vaksin booster hanya diperuntukkan oleh tenaga medis.
Selain vaksin, pencegahan penyebaran virus COVID-19 juga bisa dilakukan dengan menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Beberapa negara juga telah membatasi masuknya turis dari negara-negara yang terkonformasi kasus varian B.1.1.529, dan memperketat anjuran karantina mandiri bagi orang-orang yang baru datang dari luar negeri.
Per tanggal 29 November 2021, Indonesia juga telah memberlakukan larangan masuk sementara pendatang dari negara yang terkonfirmasi memiliki kasus Omicron, pemberlakuan 14 hari karantina untuk pendatang dari negara yang kemungkinan memiliki varian ini, dan pengetatan syarat masuk lainnya.
Sementara itu, kita harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menghindari bepergian ke luar negeri, dan menggunakan masker. Jika Anda belum mendapat vaksin, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendaftar vaksinasi COVID-19.
Sumber: hellosehat.com



