MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Puluhan imigran dari berbagai negara di Makassar kembali menyambangi kantor UNHCR dan IOM yang berada di Menara Bosowa, Selasa (6/8/2019). Para imigran, sekali lagi, mempertanyakan kejelasan keberangkatan mereka yang sejak tujuh sampai delapan tahun lalu dijanjikan.
Sejumlah tuntutan dan kondisi mereka tertulis jelas pada spanduk. ‘Kami juga manusia,’ ‘Mengapa kami dilupakan?,’ ‘Mohon dengar suara kami, kami depresi dan capek,’. Maupun ‘Kau membunuh hidup, harapan, kemanusiaan dan kepercayaan kami’.
BACA: Soal Imigran, LMLRI Sulsel Sambangi DPRD Makassar
Salah seorang imigran asal Afganistan, AS (29), berharap bisa diberangkatkan ke Negara ketiga. AS mengaku sudah tidak tahan lagi dengan kondisi yang ia alami. Katanya, ia juga ingin hidup seperti manusia normal lainnya, bukan seperti tahanan.
“Kami juga manusia, kami ingin hidup normal seperti manusia lainnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihak UNHCR sebelum menetapkan status mereka sebagai pengungsi, ia dijanjikan untuk segera diberangkatkan, paling lama dua tahun. Namun hingga tujuh lamanya, AS masih jua tertahan di Makassar.
BACA:Imigran Iran Aksi di Perwakilan PBB
“Kami tentunya sangat berharap para pengungsi diberangkatkan ke Negara ketiga, kami di sini stres tak bisa berbuat apa-apa, dilarang bekerja dan tak punya pendidikan,” ucapnya.
Ia mengaku sudah tidak harus berbuat apa lagi agar para pengungsi bisa diberangkatkan. Satu-satunya yang ia ketahui adalah aksi damai yang mereka lakukan.



