SULSELEKSPRES.COM – Di negara Indonesia, menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah sesuatu yang istimewa. Bagaimana tidak, selain mendapatkan upah yang tinggi, menjadi anggota DPR juga bisa membuat seorang mendapatkan fasilitas mewah dari negara.
Namun, hal yang berbeda bagi warga negara Swedia yang menjadi anggota DPR. Di Swedia, upah yang tinggi dan fasilitas mewah justru merupakan sesuatu yang tidak layak bagi anggota DPR.
Hal itu diakui oleh Per-Arne Hakansson, anggota parlemen Swedia dari Partai Sosial Demokrat. Kata dia, anggota DPR dan masyarakat tidaklah berbeda.
“Kami ini tak berbeda dengan warga kebanyakan,” kata Hakanson “Tugas utama kami adalah mewakili rakyat, jadi tak pantas rasanya jika kami diistemewakan atau mendapatkan banyak fasilitas atau gaji tinggi,” sambungnya, dilansir dari Kompas.com.
Anggota DPR di Swedia menerima gaji sekitar, 6.900 dollar AS atau sekitar Rp98 juta per bulan. Sedangkan untuk fasilitas seperti rumah dinas, anggota DPR di Swedia, hanya mendapatkan rumah dinas berbentuk apartemen sempit dan hanya diperuntukkan bagi anggota parlemen yang berasal dari luar Stockholm.
Hakansson mengatakan, apartemen yang ia tempati hanya punya satu kamar dengan luas keseluruhan tak lebih dari 46 meter persegi, dan rumah dinas itu hanya untuk seorang diri. Hakansson melanjutkan, Pasangan atau anggota keluarga yang menginap harus membayar.
Meski demikian, Hakansson mengatakan, salah satu yang membuat istimewa seseorang bila menjadi anggota DPR, adalah keikutsertaannya dalam pengambilan kebijakan negara.
“Yang membuat kami istimewa adalah kesempatan untuk ikut menentukan kebijakan negara,” imbuhnya.



