27 C
Makassar
Monday, March 30, 2026
HomeDaerahPascalongsor, Dua Desa di Enrekang Terisolir

Pascalongsor, Dua Desa di Enrekang Terisolir

- Advertisement -

ENREKANG, SULSELEKSPRES.COM – Hujan deras disertai angin kencang, sempat melanda salah kabupaten di Sulawesi Selatan, Enrekang.

Akibatnya, beberapa ladang pertanian milik masyarakat setempat terendam banjir. Selain itu, ada delapan titik longsor yang ditemukan di beberapa desa. Bahkan, desa Tallu Bamba dan desa Temban, sampai saat ini masih terisolir dari akses kendaraan roda empat.

Hal itu disampaikan langsung oleh salah satu tokoh pemuda dusun Surakan, desa Tallu Bamba, Hardianto Jufri, kepada pihak Sulselekspres.com, Minggu (16/6/2019) dini hari.

“Hari Jumat yang lalu, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Enrekang. Khusus di desa Tallu Bamba sama desa Temban, sampai sekarang masih terisolasi,” ujar Hardianto.

Baca: Banjir Bandang Rendam Ibu Kota Kabupaten Enrekang

“Jadi sampai hari ini belum ada kendaraan roda empat yang bisa masuk ke sana, karena jembatan putus dan masih darurat,” lanjut pemuda yang akrab disapa Anto.

Lebih lanjut, pemuda yang juga aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kabupaten Enrekang itu mengatakan, sejauh ini pihak pemerintah tidak begitu peduli dengan kondisi masyarakat.

“Pemerintah sepertinya tidak serius menangani permasalahan ini. Karena belum ada upaya serius menuntaskan persoalan yang sedang melanda masyarakat,” tambahnya.

“Bahkan hasil pertanian masyarakat desa Temban dan Tallu Bamba, tidak bisa didistribusikan karena tidak ada akses roda empat menuju desa tersebut.”

Bencana banjir dan longsor ini melanda beberapa titik lahan pertanian warga. Bahkan beberapa diantaranya harus menunda jadwal tanam dan masa pupuk palawija.

Penulis: Widyawan Setiadi
spot_img

Headline

spot_img
spot_img