MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dokter Spesialis bedah di Divisi Bedah Digestif, Fakultas Kedokteran Unhas, dr. Warsinggih, mengatakan bahwa Kota Makassar merupakan penyumbang terbesar pasien pengidap Kanker Kolorektal (usus besar) di Indonesia.
Warsinggih, mengatakan bahwa dari data yang dia dapatkan saat ini Makassar tercatat sebagai pasian dengan Kanker usus besar terbanyak di Indonesia dengan angka sekitar 700 pasien. Dengan pembagian laki-laki sekitar 400 orang dan perempuan 250 lebih.
“Di Makassar banyak sekali, untuk saat ini yang terdaftar adalah 400 lebih untuk laki-laki dan 250 an untuk perempuan. Jadi sudah hampir 700. Itu terbanyak di Indonesia,” katanya, saat ditemui usai membawakan materi, di acara MC3 di Baruga Anging Mammiri, Rujab Wali Kota Makassar, Kamis (13/12/2018).
BACA: Kebiasaan Makan Ini Bisa Sebabkan Kanker Usus
Dia menambahkan bahwa banyaknya masyarakat Makassar yang terkena Kanker usus besar tersebut dikarenakan gaya hidup yang kurang sehat. Seperti makanan dan kurangnya olahraga yang cukup.
“Pengaruh gaya hidup. Khususnya makanan. Dan yang paling berpotensi menimbulkan itu atau penyebab utama adalah makan daging yang berlebihan,” kata, Warsinggih yang juga, dokter di Wahidin Sudiro Husodo tersebut.
BACA: Perut Sembelit? Jangan Asal Minum Obat
Dia juga menjelaskan bahwa makana yang tidak sehat tersebut yang mengakibatkan adanya tumpukan makanan di rektum akinat tidak terkelola dengan baik. Apalagi, jika dalam sehari air yang masuk dalam tubuh sangat kurang.
“Untuk mencegah kanker usus besar tersebut semakin berat atau berbahaya. Harus perbanyak air minum. Minimal 12 gelas atau 1,5 liter sehari,” jelasnya.
Dia juga berharap kepada masyarakat agar jika ada tanda-tanda terkena kanker usus besar seperti pola buang air besar (bab) berubah selama dua minggu, saat BAB ada darah, kotoran berbentuk biji, dan berat badan turum drastis.
BACA: 6 Manfaat Jambu Biji Bagi Kesehatan
Karena, jika terdeteksi dini, 90 persen pasien bisa disembuhkan, sayangnya, di Indonesia sebagian besar terlambat terdiagnosa. Sebanyak 25% pasien kanker kolorektal ditemukan pada stadium lanjut.
“Olehnya itu, jika ada tanda-tanda seperti itu sebaiknya ke dokter,” jelasnya.
Meskipun, sudah ada cara pengobatan yang cukup maju. Tapi itu hanya untuk memperpanjang umur pasien apalagi sudah stadium lanjut seperti kemoterapi dan tergeted therapy (target terapi).
Dari data yang dihimpun MCCC jumlah kasus kanker usus besar di Indonesia mencapai 30.017 pada 2018. Bahkan, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, kanker kolorektal merupakan penyebab kematian akibat kanker kedua terbesar untuk pria dan ketiga terbesar untuk perempuan.



