MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Malam itu udara terasa cukup dingin, suasana jalan Bung sangat lengang, dibumbui genangan air berskala kecil di beberapa titik akibat hujan yang baru mereda.
Seperti biasanya, saya hendak membersihkan badan sebelum beristirahat, setelah menghabiskan beberapa cangkir kopi dan berbatang-batang rokok, untuk menemani rutinitas menulis saya.
Tetapi saya menunda rutinitas tersebut saat melihat ponsel saya. Terlihat ratusan pesan whatsapp belum terbaca. Saya kemudian memutuskan memeriksa satu persatu pesan tersebut.
Perhatian saya tertarik pada salah satu pesan yang masuk dari nomor tak dikenal, belum terdaftar di kontak saya. Ternyata, pesan itu sudah masuk sejak siang hari.
“Selamat siang mas. Kenalin, saya Runi, mewakili klien kami, Paxel, untuk untuk launching di kota Makassar,” pesan pembuka yang saya baca.
Saya diam sejenak. Kemudian membalas pesan seperlunya. Lalu memutuskan ke kamar kecil untuk membersihkan badan.
Setelahnya, saya kembali melihat ponsel saya. Sudah pukul 00:34 Wita. Saya memutuskan untuk menunggu balasan pesan tersebut beberapa saat, tetapi karena tidak kunjung ada balasan, saya akhirnya memutuskan beristirahat.
Keesokan harinya, saya menjalani rutinitas seperti biasa, menulis, dan mencoba berdiam diri di rumah. Sebab imbauan pemerintah mengharuskan social distancing selama pandemi Covid-19 melanda.
Di tengah keasyikan saya menulis, tiba-tiba ponsel saya bergetar. Seperti yang saya duga, ada pesan masuk, dan ternyata dari Runi.
BACA: Ahok: Pertamina Beri Cashback 10.000 Ribu Ojol Hingga Juli
“Terima kasih telah merespon kami mas. Mohon izin minta alamat emailnya jika berkenan,” bunyi pesan tersebut, to the point.
Tanpa bertele-tele, saya memberikan alamat email saya. Enteng saja, sebab bukan kali ini saya menerima permintaan serupa dari pihak lain. Biasanya atas dasar keperluan kantor.



