24 C
Makassar
Thursday, February 19, 2026
HomePolitikPengamat Sebut Nasdem Lakukan Perjudian Besar Dalam Membangun Koalisi di Pilwali Makassar

Pengamat Sebut Nasdem Lakukan Perjudian Besar Dalam Membangun Koalisi di Pilwali Makassar

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dinamika kontestasi politik di Kota Makassar makin meningkat. Seiring waktu pendaftaran bagi bakal calon kepala daerah yang semakin dekat.

Manuver dari masing-masing figur bakal calon kepala daerah dalam perebutan dukungan partai politik (parpol) menjadi ajang tontonan menarik bagi siapapun yang mengikuti perkembangan komunikasi politik yang sedang terbangun.

Terbaru, menguatnya paket Moh Ramdhan Pomanto dengan Hj.Fatmawati Rusdi, yang tak lain adalah istri dari Ketua DPW Nasdem Sulawesi Selatan, Rusdi Masse.

Bahkan DPP Nasdem diketahui telah meneken surat dukungan berupa rekomendasi kepada Danny Pomanto dan Hj.Fatmawati. Tak tanggung-tanggung dukungan tersebut terbit dengan format B1-KWK.

Manager Strategi & Operasional
Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam menilai sikap dan manuver yang ditunjukkan Nasdem tergolong berani dan mendobrak tradisi politik serta pakem yang selama ini terbangun dalam kontestasi.

“Dalam catatan pilkada langsung, mungkin belum pernah ada satupun parpol yang berani memasangkan kedua kadernya dengan perolehan kursi yang belum memadai. Maka, apa yang dilakukan partai Nasdem merupakan perjudian besar dalam membangun koalisi parpol yang ideal guna merintis rute kemenangan,” jelas Nursandy, Sabtu (27/6/2020).

Lanjut Nursdy, Nasdem dengan keyakinannya, tentu punya perhitungan matang dengan berbagai variabel pendekatan. Resiko yang bisa timbul dari keputusan itu, antisipasinya pasti telah disiapkan.

“Dalam pandangan saya, manuver ini bukanlah sesuatu yang gegabah. Jika melihat fakta politik hari ini, keinginan Golkar untuk menduetkan Danny Pomanto dengan kadernya Andi Zunnun nampaknya harus gigit jari,” ujarnya.

“Kita sedang menunggu seperti apa langkah dari partai Golkar dalam menyikapi dinamika tersebut. Apakah tetap bersama Danny Pomanto meski harus rela mengusung tanpa seorang kader. Ataukah Golkar memilih berpisah dengan mengusung figur pasangan yang lain” ungkap Nursandy.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img