25 C
Makassar
Wednesday, March 25, 2026
HomePolitikPengamat: Sosmed Lebih Dominan Mempengaruhi Preferensi Pemilih

Pengamat: Sosmed Lebih Dominan Mempengaruhi Preferensi Pemilih

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Lembaga survei dan konsultan politik Epicentrum Politica telah melakukan survei perilaku pemilih jelang pemilihan calon presiden dan wakil presiden (Pilpres) 2018 mendatang.

Direktur EP, Iin Fitiriani mengatakan, perilaku pemilih di Sulsel secara keseluruhan tidak jauh beda dengan kondisi nasional.

“Dimana pemberitaan dinamika persaingan calon di sosmed lebih mempengaruhi preferensi pemilih dibandingkan pemberitaan lewat media internet, seperti portal online maupun media cetak dan elektronik,” kata Iin, melalui WhatsApp, Sabtu (8/12/2018).

Baca Juga:

Data Pemilih Pengungsi, KPU RI Akan Koordinasi dengan KPU Sulteng

Punya Gangguan Jiwa Boleh Ikut Pemilu

Kota Makassar Jadi Juara Terakhir Adu Cepat Perekaman E-KTP

Hanya memang ada pergeseran perilaku pemilih di Sulsel, tidak seperti di pulau jawa, bahwa isu sara dan agama mempengaruhi perilaku pemilih.

“Namun berkaca pada Pilkada 2018, soal sara dan agama tidak terlalu mempengaruhi pemilih Sulsel, tidak seperti di wilayah Jawa,” kata dia.

Dia menyarankan, kedua calon dan tim harus menyadari pergeseran perilaku pemilih untuk menggaet simpati. Apalagi pasa isu-isu yang lumayan menonjol.

“Para calon dan team harus menyadari pergeseran perilaku ini, karena itu lumayan menonjol. Jadi langkah yang harus dilakukan terletak pada kelihaian meramu strategi dalam kemasan yang bernilai jual seefektif mungkin,” ungkapnya.

Baca: KPU Sulsel Tetapkan DPTHP-2 Sebanyak 6.054.198

Hal ini mesti dilakukan selama masa kampanye masih berlangsung. Tidak hanya itu saja, framing opini dan wacana lewat media sosial juga sangat berpengaruh.

“Cyber team juga harus dimaksimalkan untuk menangkal pengaruh calon terkena back campign atau negatif campign di Sosmed,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Syahrir Karim mengatakan, partai pengusung dan tim Capres mestinya memahami segmen perilaku pemilih terlebih dahulu jika ingin menggaet simpati secara signifikan.

“Mesti memahami segmen dan perilaku pemilih di Sulsel. Setelah itu baru berbicara konsep atau gagasan untuk menggaet hati pemilih. Ketajaman gagasan ini penting untuk memuluskan markrting politik berjalan baik,” kata Syahrir.

Baca: Komisioner KPU Makassar Khawatir Tahapan Pemilu 2019 Terganggu

Terakhir, kata dia mesin partai mesti berjalan maksimal, karena bisa jadi mesin partai tidak jalan gara-gara Pileg dan pilpres serentak.

Dia menuturkan, langkah strategis yang mesti diambil oleh pendukung adalah menentukan segmen pemilih yang belum menentukan sikap.

“Yang pasti swing voters (pemilih mengambang) ini masih banyak, saya kira disinilah cela yang bisa dimaksimalkn untuk merebut suara,” tandasnya.

Penulis: Muhammad Adlan
spot_img

Headline

spot_img
spot_img