25 C
Makassar
Friday, March 27, 2026
HomeNasionalPenyiapan RS Darurat Asrama Haji Pondok Gede Terus Dikebut

Penyiapan RS Darurat Asrama Haji Pondok Gede Terus Dikebut

- Advertisement -

 

SULSELEKSPRES.COM – Penyiapan asrama haji Pondok Gede sebagai rumah sakit darurat terus dikebut. Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ramadhan Harisman mengatakan, proses penyiapannya masih berlangsung dan diharapkan bisa segera selesai.

“Penyiapannya terus dikebut. Banyak pekerja yang terus mempersiapkan berbagai hal keperluan standar RS darurat di asrama haji Pondok Gede,” terang Ramadhan usai memantai perkembangan penyiapan RS Darurat di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (8/7/2021), dilansir dari rilis resminya.

Menurut Harisman, lift portable yang akan digunakan untuk menunjang mobilitas tenaga kesehatan dan pasien sudah terpasang dan diujicoba. Disiapkan juga beberapa toilet portable, serta tempat pemulasaran jenazah portable.

“Penyiapan kamar perawatan juga terus dikebut. AC kamar diganti baru. Setiap tempat tidur pasien juga dipasang instalasi oksigen,” jelas Ramadan.

“Penyiapan High Care Unit atau HCU juga sudah hampir selesai,” tandasnya.

Untuk RS Darurat Asrama Haji Pondok Gede, pemerintah rencananya menyiapkan 900 tempat tidur isolasi, 50 ICU (intensive care unit), dan 40 HCU. Fasilitas-fasilitas tersebut disiapkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Apabila RS Darurat Asrama Haji Pondok Gede ini selesai penyiapannya, maka untuk pemanfaatan sepenuhnya menjadi kewenangan Kemenkes. Kemenag hanya menyediakan gedung-gedung dan sarana prasarana kamar non medis,” tandas Ramadan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk memastikan Asrama Haji Pondok Gede Jakarta siap beroperasi sebagai rumah sakit (RS) Darurat Covid-19, mulai Kamis, 8 Juli 2021.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, melalui akun resmi Satgas Covid-19 menyebut pentingnya memasifkan upaya deteksi dini melalui testing (pemeriksaan). Meskipun saat ini angka testing nasional sudah melebihi standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Masifnya testing, diharapkan dapat menekan laju penambahan kasus dan menekan bertambahnya angka kematian serta menyelamatkan nyawa pasien. Kondisi saat ini di berbagai daerah, dari 34 provinsi ada 31 provinsi dengan kenaikan persentase kasus aktif, 9 provinsi mengalami kenaikan persentase kematian, dan 29 provinsi mengalami penurunan kesembuhan.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img