33 C
Makassar
Friday, May 9, 2025
HomeMetropolisPeresmian Ekowisata Mangrove Lantebung Dilakukan Secara Virtual

Peresmian Ekowisata Mangrove Lantebung Dilakukan Secara Virtual

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ekowisata Mangrove Lantebung telah diresmikan hari ini, Kamis (18/6/2020) oleh penjabat walikota Makassar, Yusran Jusuf, di rumah jabatan walikota Makasaar.

Dalam peresmian ini, Yusran didampingi oleh Asisten Direktur BI Sulsel, Dedi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Majid, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Rahman Bando.

Peresmian ini dilakukan secara virtual dan ditandai dengan penekanan tombol secara bersamaan dengan Kepala perwakilan BI Sulsel, Bambang.

Ekowisata Mangrove Lantebung sendiri merupakan program sosial Bank Indonesia (BI) dalam mensupport perekonomian pariwisata di Sulawesi Selatan, khususnya di kota Makassar.

“Bagian ini sangat penting untuk mendorong pariwisata khususnya di Kota Makassar. Karena kita ketahui salah satu sektor yang terhambat ditengah pandemi ini yakni sektor pariwisata. Dan kita mendorong sektor ini untuk kembali bangkit minimal meminimalisirkan dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata,” ucap Yusran.

Lebih lanjut Yusran mengatakan pariwisata merupakan salah satu sektor andalan pertumbuhan ekonomi di kota Makassar.

“Sisi letak keindahan dari lantebung sangat baik. Dimana selain indah, kita juga bisa melestarikan mangrove  ini. Saya sangat berterima kasih kepada BI Sulsel karena mensupport dan kita saling bahu membahu untuk menata potensi kepariwisataan yang ada,” jelasnya.

Sementara Kepala BI Sulsel, Bambang, menyebutkan program sosial BI ini merupakan bentuk kepedulian tinggi BI terhadap pelestarian Mangrove.

“Ini untuk mendorong juga aktivitas masyarakat setempat ditengah pandemi ini. Kita lihat selama pandemi respon masyarakat terhadap pariwisata paling tinggi yakni 22 persen.”

“Khusus destinasi alam terbuka itu sebesar 24 persen makanya kita sasar ekowisata mangrove  yang terlwtak di Kelurahan Bira Kecamatan Biringkanaya ini,” sebutnya.

Ia juga menyebutkan ekowisata mangrove ini merupakan destinasi wisata yang dimana masyarakat perkotaan pun bisa mengaksesnya tanpa melihat jarak tempuh.

“Makanya kami bangun ini destinasi wisata. Kawasannya juga tidak jauh dari pusat perkotaan jadi bisa diakses kapan saja oleh wisatawan lokal. Diharapkan kerjasama yang baik dari dinas pariwisata untuk tetap menjaga dan memperhatikan ekowisata lantebung ini yang juga menjadi ikon Kota Makassar,” bebernya.

Ia pun berharap ekowisata mangrove bisa menjadi daya tarik semua wisatawan dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img