MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang menyajikan pertarungan sedarah, antara paman-ponakan, serta tante-ponakan
Paman dan ponakan bersaing berebut kursi ke Senayan terjadi di Dapil Sulsel II. Dapil yang meliputi Kabupaten Sinjai, Bone, Maros, Bulukumba, Pangkep, Barru, Soppeng, Wajo, dan Kota Parepare, atau Sulsel II dengan 9 kursi di Dapil ini mempertemukan dua politisi Golkar sedarah yakni, Andi Yaqin Padjalangi dan Andi Rio Padjalangi.
Yaqin Padjalangi saat ini tercatat sebagai legislator DPRD Sulsel dan pada pemilu mendatang ikut mengincar kursi Senayan. Adapun Rio Padjalangi merupakan ponakan dari Yaqin dan sudah dua periode tercatat sebagai legislator DPR RI.
Tak hanya itu, untuk Dapil Sulsel I juga bakal mempertontonkan pertarungan sedarah serupa. Dimana Andi Tenri Olle Yasin Limpo bersaing dengan ponakannya, Indira Chunda Thita YL.
Hanya saja, Tenri Olle dan Thita berbeda partai. Tenri Olle lewat bendera Partai Nasdem dan Thita sebagai petahana melalui PAN.
Pengamat Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arif Wicaksono menilai, pertarungan sedarah di Pileg 2019 mendatang ini tentu memiliki efek dalam hal dukungan masyarakat, apalagi kalau satu Daerah Pemilihan (Dapil).
“Ya saya kira tetap ada pengaruhnya, meskipun sedikit,” ungkap akademisi Unibos itu, saat dihubungi melalui WhatsAppnya, Minggu (17/6/2018).
Menurutnya, bagi Bacaleg yang ingin bersaing meski sedarah, harus mampu mengamankan kekuatan elektoral masing-masing, sebab jangan sampai kekuatan yang itu – itu saja. “Makanya harus kreatif dan melampaui zona nyaman gerakannya,” pungkasnya.
Penulis: Abdul Latif






