SULSELEKSPRES.COM – Pernyataan Capres 02 Prabowo Subianto, mengumpakan kondisi Ibu Pertiwi sedang diperkosa saat berpidato dalam kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4/2019) , memantik reaksi dari kubu Jokowi-Ma’ruf Amin.
Direktur Komunikasi dan Informasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Marsekal Pertama (Purn) TNI Dwi Badarmanto mengatakan, penggunaan kata Ibu Pertiwi tengah diperkosa merupakan bahasa yang bodoh.
Dwi menilai Prabowo tidak memiliki pandangan yang optimistis di tengah kenyataan sejumlah prestasi yang telah ditorehkan Indonesia saat ini.
“Itu kan bahasa bodoh itu. Mana ada diperkosa. Jelas-jelas ibu pertiwi sedang berjaya, kok diperkosa dari mana? Itu kan bahasa bodoh,” kata Dwi seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (8/4/2019).
Baca: SBY Sebut Kampanye Eksklusif, BPN: Prabowo Bukan untuk Umat Islam Saja
Dwi kemudian menjelaskan bahwa nama Indonesia saat ini sedang berjaya dan dipandang sangat baik oleh bangsa-bangsa di seluruh dunia.
Ia lantas mencontohkan bahwa kontingen Indonesia berhasil memperoleh prestasi di bidang olahraga seperti Asian Games 2018 dan tim nasional (timnas) Indonesia berhasil menjuarai Piala AFF U-22.
Baca: Habib Rizieq: Prabowo Tidak Bisa Dikalahkan, Kecuali Dicurangi
Sebelumnya, calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto menyebut kondisi Indonesia saat ini sedang sakit. Prabowo melontarkan hal itu saat berorasi dalam kampanye terbuka.
“Saya berdiri di sini, karena saya berpandangan, bahwa negara kita sedang sakit saudara sekalian. Ibu Pertiwi sedang diperkosa saudara sekalian,” kata Prabowo di SUGBK, Jakarta, Minggu (7/4/2019).



