25 C
Makassar
Friday, April 3, 2026
HomeHeadlinePrabowo Tuding Presiden Sebelum Jokowi Salah, TKN: Dia kan Bagian dari Orba

Prabowo Tuding Presiden Sebelum Jokowi Salah, TKN: Dia kan Bagian dari Orba

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Pernyataan soal rezim pendahulu merusak arah peerekonomian Indonesia, yang dilakukan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto ditanggapi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding menganggap Prabowo tidak mengerti persoalan dan sejarah ekonomi Indonesia. Menurut dia, Prabowo justru mengkritik dirinya sendiri ketika menilai ekonomi Indonesia sudah salah arah sejak puluhan tahun lalu.

“Dia (Prabowo) kan bagian dari Orba. Bagian utama, bagian inti dari Orba salah satunya adalah Pak Prabowo. Jadi kalau dia melihat pemerintah-pemerintah sebelumnya gagal, itu kan berarti dia lah yang menikmati salah satu kemewahan, privilege, KKN di jaman Orba. Dia ikut merusak kalau pakai logika itu,” kata Karding, dikutip dari CNNIndonesia, Minggu (14/4/2019).

Baca: Prabowo Akui Masuk 1% Elit yang Menguasai Kekayaan Indonesia

Pada debat akhir Sabtu (13/4/2019), dengan pernyataan Prabowo pula, berimbas pada aksi protes Partisan Partai Demokrat dengan cara walk out atau meninggalkan ruangan debat.

Karding mengatakan Prabowo tidak melihat secara objektif perubahan di setiap era pemerintahan.

“Tidak wajar kalau (Demokrat) tidak memberikan protes. Karena melihat pembangunan pemerintahan dari masa ke masa ini kan mesti objektif, dalam artian kita tidak boleh pukul rata sama semua (presiden),” ujar Karding.

Singkat Karding, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku mantan presiden ke-6 RI memiliki jasa yang besar bagi Indonesia. Saat menjadi anggota DPR periode pemerintahan SBY, Karding mengakui bila SBY memberikan perubahan dan perbaikan di semua bidang.

“Banyak faktanya kan Pak SBY itu membangun bangsa Indonesia. Bukan merusak pondasinya, bukan seperti yang disampaikan Pak Prabowo,” ujarnya.

Baca: Alasan Dahlan Iskan Tinggalkan Jokowi dan Dukung Prabowo

Terkait dengan aksi Partai Demokrat, politisi PKB ini mengingatkan Prabowo, agar tidak asal bicara dan membangun narasi seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menilai Prabowo seperti Trump hanya ingin mendapat simpati lewat kontroversi.

Sebelumnya, sejumlah petinggi Partai Demokrat seperti Syarief Hasan, Rachland Nashidik, dan Ferdinand Hutahaean keluar ruang debat capres-cawapres terakhir. Mereka keluar setelah capres Prabowo Subianto menilai presiden sebelumnya juga turut bertanggungjawab atas masalah ekonomi saat ini.

“Saya terus terang saya tidak menyalahkan Pak Jokowi. Ini masalah kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berjalan belasan hingga puluhan tahun lalu. Ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak (Jokowi). Kita semua harus bertanggung jawab. Benar itu pendapat saya,” kata Prabowo dalam Grand Ballroom Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019).

Penulis: Agus Mawan
spot_img

Headline

spot_img
spot_img