29 C
Makassar
Wednesday, March 18, 2026
HomeOlahragaPrestasi Sepak Bola Sulsel Mandul, Legenda Turun Gunung Desak Kongres Asprov PSSI...

Prestasi Sepak Bola Sulsel Mandul, Legenda Turun Gunung Desak Kongres Asprov PSSI Sulsel

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM — Dua legenda sepak bola Sulawesi Selatan, H. Sumirlan dan H. Syamsuddin Umar,  akhirnya turun gunung karena prihatin melihat prestasi tim sepak bola mandul di event nasional.

Tim sepak bola Sulawesi Selatan menjadi sorotan karena gagal meraih prestasi pada PON Papua dan PON Sumatera. Sehingga muncul komentar pedas, “permainan belum dimulai tetapi Tim Sulsel sudah angkat koper”.

“Permasalahannya ini di mana? Apakah di pembinaan, sarana dan prasarana, atau di SDM,” Kata Syamsuddin Umar, mengawali ucapannya saat tampil sebagai pembicara dalam acara Diskusi Forum Pemerhati Sepak Bola Sulawesi Selatan, di Hotel Grand Maleo, Makassar, Selasa (26/8/2025).

Menurut Syamsuddin, salah satu yang menjadi ukuran dalam hal pembinaan adalah pola perekrutan yang dilakukan pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae Yong. Pelatih asal Korea Selatan itu merekrut pemain dari luar bukan pemain lokal.

“Ini berarti ada persoalan dalam hal pembinaan, salah satunya pembinaan di daerah,” ujar tokoh sepak bola yang banyak mengharum nama Sulsel bahkan nasional itu.

Senada dengan seniornya di sepak bola, mantan Wasit Nasional, Hakim Bahar, mengungkapkan persoalan sepak bola di Sulsel diawali oleh rusaknya sistem akibat tokoh pengurusnya bukan figur yang paham sepak bola.

Sembari menunjukkan surat keputusan Ketua Umum PSSI, Dr. Drs. H. Mochamad Iriawan, tertanggal 29 Agustus 2022, Hakim Bahar menegaskan, Muhammad Surya yang ditugaskan sebagai Plt Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Sulawesi Selatan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia diberi kewenangan menjalankan roda organisasi sesuai program yang ditetapkan dan mempersiapkan serta menyelenggarakan kongres pemilihan.

“Ini Muhammad  Surya malah membuat SK pengurus seakan defenitif dan menetapkan dirinya sebagai plt ketua dengan masa bakti 2021-2025,” terangnya.

Legenda sepak bola, H Sumirlan saat tampil sebagai pembicara kedua dalam diskusi tersebut lebih mempertajam persoalan kepengurusan di bawah Muhammad Surya.

“Pengurus yang diberi SK oleh Ketua PSSI salah satu tugasnya menyelenggarakan kongres dan membentuk pengurus, ini malah membuat pengurus sendiri dan mengangkat dirinya sendiri,” tegasnya.

Karena itu mantan Kapten Kesebelasan Makassar Utama dan PSM Makassar itu mendesak Ketua PSSI menurunkan plt baru. “Ketua yang ditunjuk harus yang paham sepak bola jangan karena sesuatu merusak sepak bola Sulsel lima tahun ke depan,” tegasnya.

Mantan Sekretaris Komda PSSI Sulsel, Hasanuddin Baso juga mempertegas persoalan sepak bola di Sulsel. Menurutnya sebelum berbicara prestasi maka harus menyelesaikan persoalan pengurus. “Kompetensi sepak bola sangat berpengaruh dalam hal manajemen sepak bola,” ujar mantan penjaga gawang PSM itu.

Karena itu, Syamsuddin Umar, Sumirlan, Hasanuddin Baso, menggarisbawahi dan mendesak tampilnya nahkoda Asprov PSSI Sulsel yang paham tentang persepakbolaan Sulsel.

Forum diskusi para insan sepak bola  berjalan semakin hangat dan menarik oleh ungkapan ungkapan moderator, Anwar Sanusi. (syahril)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img