“Dengan pasokan yang cukup melimpah dan harga yang stabil, maka operasi pasar tidaklah efektif. Bahkan cenderung mengganggu mekasisme pasar yang ada,” tuturnya.
Apalagi, menurut Saiful, harga yang ditawarkan dari operasi pasar tersebut tidak berbeda dengan harga pasar. Bila dikonversikan dari harga pasar yang di jual Rp 7000-8000 per liter, maka perkilogram seharga dikisaran Rp 8200. per kilogram.
BACA: Waspadai Inflasi, Pemkot Parepare Akan Bangun Pasar Induk Beras
“Apalagi bila dalam operasi pasar tersebut harga dijual dikisaran Rp.8.700 per kilo seperti beberapa kali operasi pasar di lakukan. Ini sangat tidak efekti dan bahkan cenderung merugikan berbagai pihak terutama para pedagang,” pungkasnya.
Menurut Saiful, dari data yang diperolehnya, saat ini pasokan beras dinilai sangat melimpah. Apalagi untuk Sulsel yang menjadi penyanggah dan lumbung beras. “Sampai bulan Maret lalu masuk panen pertama bahkan pasokan mengalami overstock 2,6 juta ton dan stok beras sangat melimpah,”terangnya.



