Prof Andalan: Cukup 3 Tahun Untuk Bebaskan Daerah Terisolir di Sulsel

Namun ditangan Prof Nurdin, Bantaeng mulai ada perubahan menjadi lebih baik. Dengan APBD yang hanya Rp280 miliar,itupun belanja pegawai mencapai 70 persen, sementara belanja modal hanya 30 persen saja.

Elu menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan Prof Nurdin adalah mulai menata aparatur negara di tahun 2009. Saat itu Bantaeng mulai dikenalkan dengan istilah ‘Lelang Jabatan’ dengan membuka peluang ke seluruh aparatur yang punya kemampuan dan memenuhi syarat untuk memimpin instansi tertentu.

“Anggaran APBD pun sangat hati-hati dicegah kebocorannya. Makanya setelah APBD disahkan, dilaporkan ke Kejaksaan dan Kepolisian untuk dianalisa dan diawasi. Pengawasan juga dilakukan Inspektorat dan sering melakukan rapat-rapat koordinasi dengan Kejaksaan dan Kepolisian,” jelasnya.

Elu menegaskan, apa yang telah dilakukan Prof Nurdin adalah sebuah gambaran, jika ada kemauan dan tekad dengan kepemimpinan yang tepat maka keberhasilan tinggal menunggu waktu saja.

“Sayang jika apa yang telah dilakukan Prof Nurdin di Bantaeng tidak bisa dirasakan oleh daerah lainnya di Sulsel. Untuk itu, dukung prof menjadi pemimpin Sulsel agar Sulsel berjaya,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Latif