25 C
Makassar
Monday, February 16, 2026
HomeRagamPuluhan Penyandang Disabilitas di Makassar Antusias Salurkan Hak Suara

Puluhan Penyandang Disabilitas di Makassar Antusias Salurkan Hak Suara

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sebanyak 72 orang difabel yang ada di Makassar khususnya di Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) Wirajaya Makassar antusias untuk menyalurkan hak pilihnya pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

“Penyandang disabilitas fisik yang mencoblos di sini itu sebanyak 75 pemilih dari sebanyak 263 orang pemilih dalam DPT,” kata Ketua KPPS TPS 09 Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (17/4/2019).

Sejak pagi, puluhan orang berbondong-bondong mengantre untuk menggunakan hak pilih. Di lokasi ini tersedia dua tempat pemungutan suara (TPS) yang menampung pemilih difabel dari kalangan penghuni asrama. Selebihnya diisi penduduk sekitar.

Dawam menjelaskan bahwa umumnya, yang memilih di TPS tersebut adalah penyandang disabilitas daksa selebihnya adalah Tunanetra. Suasana di TPS 09 asrama PSBD Wirajaya tak ubahnya dengan lokasi pemilihan lainnya.

Di bagian depan gedung tertera nama TPS dilengkapi poster peserta Pemilu. Mulai dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden; calon anggota DPD; partai politik; serta calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota.

Jadi tidak ada kendala sama sekali dalam proses pemungutan suara di TPS tersebut  karena semua akses dan petugas telah tahu fungsi dan tugas masing-masing. Serta, akses dan logistik sudah disesuaikan.

“Di TPS ini para difabel sama sekali tidak ada masalah. Termasuk semua teknisnya, perangkat logistik semua aman dan sudah disiapkan,” katanya.

Khusus untuk penyandang disabilitas Tunanetra, pihak penyelenggara juga telah menyiapkan surat suara khusus (braille) sehingga, tidak ada masalah. Petugas hanya mendampingi menuju bilik dan membantu melipat surat suara.

Keterbatasan fisik tak menghalangi difabel memilih. Asti Krisanti, misalnya. Tanpa tangan, dia tetap bisa mengakses pemungutan suara hingga ke bilik suara. Surat suara dicoblos menggunakan paku yang diselipkan di antara jari kaki.

Di sini peran petugas pendamping terlihat penting. Karena mereka yang membantu Asti membuka dan melipat kembali kertas suara. Usai mencoblos, Asti bisa dengan mandiri memasukkan kertas ke kotak suara menggunakan kaki.

“Untuk yang memerlukan bantuan, ada petugas kami siap. Mereka paling jauh hanya menuntun sampai membuka dan melipat suara. Kalau pencoblosan, kita biarkan ke masing-masing pemilih,” jelasnya.

Penulis: M. Syawal

spot_img

Headline

spot_img
spot_img