24 C
Makassar
Sunday, February 8, 2026
HomeNasionalRaja Kerajaan Agung Sejagat Ditangkap, Rocky Gerung: Polisi Kurang Imajinasi

Raja Kerajaan Agung Sejagat Ditangkap, Rocky Gerung: Polisi Kurang Imajinasi

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik sikap kepolisian yang menangkap Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Totok Santosa dan Fanni Aminadia.

Kerajaan Agung Sejagat ini diketahui sempat ramai di media sosial. Kegiatan kerajaan sempat menampilkan arak-arakan dan disebut-sebut memiliki ratusan pengikut.

Ramainya isu ini kemudian membuat pihak Polda bergerak cepat menangkap sang Raja. Penangkapan yang menuai kritik dari Rocky Gerung.

Rocky mengatakan, dalam teori kebudayaan munculnya kerajaan-kerajaan demikian adalah gejala ketika orang mengalami fatalisme dalam hidup tapi tetap punya harapan perubahan.

“Kultur politik kita punya sejarah itu, jadi orang ingin cari keadaan kebelakang, kenapa keadaan hari ini buruk. Maka dapat ide bikin kerajaan baru,” kata Rocky Gerung seperti dilihat Sulsel Ekspres dalam tayangan Youtube, Rocky Gerung Official, (18/1/2020).

“Itu kecerdasan lokal karena cari outlet dari kesulitan hidup dengan pergi semacam keagungan masa lalu,” tambahnya.

Menurut dia, munculnya kerajaan demikian bukanlah ancaman bagi NKRI. Justru persoalan kurs dan daya beli masyarakat yang disebut bisa jadi ancaman.

“Polisi kurang imajinasi. Polisi mesti anggap ini semacam tontonan kebudayaan baru,” ujar Rocky.

Rocky sendiri mengaku melihat itu selayaknya seperti tontonan festival budaya.

“Kalau saya sikapi gembira. Anggap saja semacam festival budaya yang diinisiasi oleh mereka yang ingin mengingatkan ada problem dalam bangsa ini,” pungkasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun disebut kalau penangkapan sang raja yang digelari Sinuwun dan bernama lengkap Totok Santosa Hadiningrat didasarkan atas keresahan masyarakat.

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img