SULSELEKSPRES.COM – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ), Dwikorita Karnawati, meminta maaf dan mengakui kesalahan serta kelalaian terkait bencana alam di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Dwikorita menyesalkan atas kelalaian yang dilakukan BMKG dalam mendeteksi bencana gempa bumi dan tsunami tersebut. Menurut Dwikorita, hal itu merupakan kesalahan fatal.
Selain itu, Dwikorita juga meminta maaf kepada pengguna media, membuat informasi menjadi simpang siur.
BACA: Meletus 100 Tahun Lalu, Begini Kabar Terkini Gunung Krakatau
“Mohon maafkan kamu buat ibu dan bapak kecewa, tidak ada yang bisa kita lakukan di atas bencana itu, dan kami sadar atas kesalahan dan kelalaian itu semua,” ungkapnya saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2018) dalam laman akurat.
Dwikorita pun mengaku, pada awalnya ia bertanggung jawab untuk menjadi Ketua BMKG , agar ia bisa mengabdikan diri dan membantu masyarakat dalam menangani sebuah bencana alam.
BACA: BMKG Catat 7 Gempabumi Susulan Di Donggala
“Tapi saat ini saya tidak berhasil. Itu rasa bersalah yang sangat menyakitkan, sebetulnya saya sudah mengundurkan diri sudah lama, tapi saya berpikir saya harus berusaha,” ujarnya.
Dwikorita menyampaikan, sebenarnya sudah sejak bulan Desember 2017 ia merasa bersalah dan ingin mengundurkan diri. Bahkan, menurut Dwikorita, ia pernah menghadap DPRD Kota Palu untuk terbit.
“Langsung anggarannya naik menjadi Rp1 miliar. Saya sangat bersalah Pak, karena sebelumnya saya sudah tahu, tapi kalau saya balik berarti saya pengecut Pak,” katanya.



