MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP) Makassar, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Kamis (9/8/2018).
Ketua P2AP, Jumail mengatakan, kedatangan mereka meminta kepada anggota dewan untuk menindak perusahaan besar yang berusaha memotong mata rantai perdagangan.
Monopoli perdagangan yang dilakukan oleh perusahaan besar dengan modal besar akan menggusur mereka dengan menguasai jalur perdagangan. Yang mengakibatkan mata pencarian mereka terancam hilang.
BACA: KPPU Catat 70% Terjadi Persekongkolan Pengadaan Barang dan Jasa
“Kami cuman ingin mata rantai perdagangan itu berjalan sesuai dengan alur yang semestinya,” katanya, saat ditemui usai bertemu dengan anggota dewan Sulsel, Hengki Yasin dan Selle Ks Dalle, di ruang aspirasi.
Bahkan, dia menilai bahwa perusahaan dengan modal besarnya berusaha menghilangkan atau memotong mata rantai dagang.
Dengan mengambil alih semua, mulai dari Produksi, budidaya, pemotongan, distribusi ke pasar-pasar yang ada, hingga ke konsumen akhir dengan membuat outlet.
“Ini yang kami khawatirkan. Karena, beberapa tahun ini banyak teman-teman di budidaya kini harus beralih menjadi pedagang karena terkendala dengan modal. Sesuai dengan permainan perusahaan, ini yang kami tidak mau,” ungkapnya.



