MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Bencana tsunami Selat Sunda yang memakan korban hingga ribuan orang juga berdampak pada kerusakan fasilitas baik rumah warga hingga hunian atau fasilitas hotel.
Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kerusakan tersebut terjadi di lima kabupaten dan yang terparah adalah di Kabupaten Pandeglang, dengan 13 kecamatan terdampak terjangan tsunami.
BACA: Menyedihkan, Begini Sosok Dylan Sahara Dimata Sang Suami Ifan Seventeen
13 kecamatan tersebut adalah Daerah pantai di kecamatan Carita, Panimbang, Cigeulis, Sumur, Labuan, Tanjung Lesung, Cibaliung, Cimanggu, Pagelaran, Bojong, Jiput, Menes dan Pulau Sangiang.
“Jumlah korban dan daerah yang terdampak paling parah kerusakannya adalah daerah pesisir di Kabupaten Pandenglang,” kata, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (25/12/2018).
BACA: Tsunami Selat Sunda, Kemendagri Bantu Identifikasi Korban dan Terbitkan Dokumen Kependudukan
Di Kabupaten Pandeglang, 473 unit rumah rusak, 350 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, 84 mobil rusak dan 49 sepeda motor rusak. Sementara, di Kabupaten Serang 40 unit rumah rusak. Posko Tanggap Darurat didirikan di Puskesmas Cinangka Jl. Raya Karang Bolong Km 139 Kabupaten Serang.
Sementara, di Kabupaten Lampung ada sekitar 30 unit rumah rusak. Sementara, di Kabupaten Pesawaran ada 134 unit rumah rusak. Daerah terdampak di Pulau Legundi Desa Legundi Kecamatan Punduh Pedada.
BACA: Korban Tsunami Sunda 501 orang, 128 Dinyatakan Hilang
Tsunami itu juga, menyebabkan ribuan orang menjadi korban baik luka-luka, hilang, hingga meninggal dunia. Data sementara dampak bencana tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi.



