Lebih lanjut, Rizal, Sulsel ini terdiri dari 24 kabupaten dan kota, harusnya mengambil populasi dan sampel di daerah tersebut, dari situlah survei memperlihatkan gambaran pilihan masyarakat Sulsel.
“Sampel dari civitas akademik UIN Alauddin tidak bisa dijadikan gambaran pilihan masyarakat Sulawesi Selatan, cukup menggambarkan arah pilihan civitas akademika UIN Alauddin kepada pasangan calon tertentu,” jelasnya.
BACA: Survei Terbaru, Prof-Andalan Pertama, NH-Aziz Kedua
Untuk itu sebagai masyarakat Sulsel, survei IPO harus menjelaskan kepada masyarakat dan mempertanggung jawabkan kepada tim pemenangan calon, karena apa yang disampaikan adalah upaya penggiringan opini publik, bukan survei yang lahir dari kaidah ilmu pengetahuan dan kampus sebagai tempat para ilmuan.
“Saya sayangkan kampus yang seharusnya netral dalam kontestasi demokrasi, dicederai dengan penggiringan opini masyarakat pada pasangan calon tertentu,” pungkasnya.
Penulis: Abdul Latif



