MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sejauh ini, identitas pria yang diduga mengamuk di Gravity Sky Lounge Swiss-Belhotel Makassar, Minggu (6/1/2019) dini hari lalu belum terungkap.
Namun sumber sulselekspres.com, mengaku pria itu setahunya hanya pengunjung yang diundang oleh rekannya.
“Jadi ada yang bayar billnya, nah dia itu yang tahu siapa (pria tersebut). Cuman pihak Gravity Sky Lounge tidak kasih tahu namanya,” kata dia kepada sulselekspres.com.
BACA: Kronologi Amukan Pria Diduga Pejabat Asal Papua di Kafe Swiss-Belhotel
Mengenai itu, Manager On Duty (MOD) Gravity Sky Lounge Swiss-Belhotel Makassar, Solihin membenarkan bila pria itu hanya undangan dari rekannya.
“Tapi daftar itu kita sudah berikan ke pihak Kepolisian Ujung Pandang,” kata dia saat ditemui di Gravity Sky Lounge, Senin (7/1/2019).
Seingat dia, nama yang dicatut pada bill tagihan tersebut berinisial T. Namun, nama persisnya, Solihin mengaku tidak tahu.
BACA: Sebelum Mengamuk, Pria Diduga Pejabat Asal Papua Sempat Usir Pengguna Toilet
“Iya jadi kasus itu sudah selesai, kami sudah serahkan ke (pihak) Kepolisian,” ujarnya.
Saat ditelusuri, daftar pengunjung dalam buku tamu pada tanggal 5 Januari 2019 tertera 13 nama dengan total ‘Pax’ sebanyak 35.
“Tapi kita tidak tahu, apakah tamu kita itu bupati atau siapa. Kita hanya tahunya dia pengunjung,” aku Solihin, saat ditanya status pria yang sebelumnya dituduh Bupati Manokwari tersebut.
BACA: Identitas Pria yang Mengamuk di Sky Lounge Masih Simpang Siur
Sementara itu, Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Wahyu Basuki, saat ini belum dapat memberikan perkembangan informasi kasus tersebut.
“(Saat ini) kita periksa korban, termasuk pemain band juga,” kata dia.
Malam itu, sekira pukul 01.00 Wita, seorang sumber sulselekspres.com yang ada saat insiden tersebut mengaku, tidak tahu menahu mengenai identitas pria itu.
BACA: Terduga Pelaku Penyerangan Samping Hotel D’Maleo Diringkus
Menurutnya, pascainsiden pihak petugas pengamanan juga tidak mendata identitas pria itu sebelum akhirnya meninggalkan kafe.
“Iya tidak ada berita acaranya dari Swis Bel, jadi tidak ditahu KTPnya, siapa (dia). Padahal kalau ricuh biasanya, mau dia benar atau salah, harus ditanya identitas siapa,” kata dia kepada Sulselekspres.com, “mungkin karena dia (pria tersebut) orang penting, jadi orang tidak berani.”
Namun, saat seorang petugas pengamanan ditanya mengenai kasus pada malam itu, lagi-lagi dia hanya menjawab “kasus itu sudah selesai.”
Soal identitas pria tersebut ia pun tak tahu. Apalagi latar belakang pria yang diduga saat insiden tersebut diduga tengah dibawah pengaruh alkohol.
“Iya, petugas yang ada pada malam itu hari ini tidak masuk. Tadi katanya dia ke Polsek Ujung Pandang untuk memberikan keterangan,” ujar petugas keamanan tersebut.



