BANTAENG, SULSELEKSPRES.COM– Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah bersilaturahmi dengan beberapa kepala SMA, SMK dan SLB se Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Sinjai, Bulukumba dan Selayar, di Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bantaeng, Sabtu (9/3/2019) kemarin.
Pada kesempatan ini, gubernur mendengarkan dan mencari tahu apa yang menjadi persoalan para kepala sekolah. “Ini kita ingin melihat bahwa gairah pendidikan ini harus kita tingkatkan, kepala sekolah-sekolah ini harus diberikan mood yang baik, jangan diberikan beban yang berat,” kata Nurdin Abdullah.
BACA: Temui Presiden Sumitomo, ini Pembahasan Gubernur Sulsel
Dalam pertemuannya dengan beberapa kepala sekolah, Nurdin Abdullah menyampaikan, hal pertama kali yang ingin dilakukannya saat dilantik bersama wakilnya Andi Sudirman Sulaiman, ialah bagaimana mengembalikan guru-guru yang dikirim jauh dan terpisah dari keluarga dapat kembali bersama.
“Dan dalam masa enam bulan ini, oleh aturan telah memungkinkan untuk mengembalikan kepala sekolah itu, yang mendapat tugas jauh dan kembalikan ke keluarganya,” tegas Nurdin.
Lebih lanjut, NA sapaan akrab Nurdin Abdullah mengatakan, tujuan silaturahmi ini, adalah bagaimana antara provinsi dan kabupaten dapat bersinergi. UU No. 23/2014 mengatur pembagian urusan pendidikan antara pemerintah pusat dengan daerah. Dimana menyerahkan pendidikan SMA/SMK ke provinsi. Nurdin Abdullah berharap, aturan ini tidak membuat kaku sinergi yang ada.
BACA: Ketua DPRD Parepare Perjuangkan Peningkatan Insentif Guru Sekolah Minggu
“Apa yang terjadi, kepala cabang dinas atasannya Dinas Pendidikan Provinsi, sehingga diabaikan wilayah kabupaten/kota bersangkutan,” paparnya.
Ke depan dibawah kendali provinsi, mantan Bupati Bantaeng dua periode itu, berharap koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota bisa bersinergi dengan baik.
“Saya akan meminta pandangan-pandangan Pak Bupati, orang mungkin dipindahkan, mau diangkat harus minta izin Pak Bupati. Karena SMA/SMK di wilayahnya,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Nurdin Abdullah menyampaikan, setelah pertemuan tersebut, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan kabupaten/kota untuk menjelaskan blue print (desain) pendidikan Sulsel. Ia juga menekankan agar SMK yang ada dapat mengembangkan kearifan lokal di wilayah masing-masing.
Penulis : Efrat Syafaat Siregar



