Hal ini secara perlahan mampu meredam kekhawatiran supporter, seperti halnya Ratih.
Gadis kelahiran Maluku Utara ini mengaku mulai mengenal PSM Makassar sejak memutuskan berkuliah di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Fajar (Unifa) tahun 2014 lalu.
Ia juga menyukai PSM Makassar karena dalam skuat Juku Eja ada pemain berdarah Maluku, seperti Rizky Pellu, Hasim Kipuw. Selain itu, ada juga nama Zulham Zamrun yang musim ini bereuni dengan Persib Bandung.
“PSM kan terkenal, dari sana mulai tau kalau PSM itu tim sepak bola. Karena ada juga pemain Ternate, Pellu, Hasim Kipuw, sama Zulham,” ujar pemilik nama lengkap Surati tersebut.
Karyawati kelahiran (10/4/1996) itu turut memberikan penilaiannya terhadap skuat PSM Makassar musim ini, khususnya bagi pemain yang baru bergabung.
“Secara tim sudah bagus lah. Lumayan, karena pemain yang datang juga bagus-bagus. Yakob Sayuri, Irsyad Maulana, Leo Guntara, dan Giancarlo Rodrigues, mainnya bagus,” terangnya.
Terkait absennya Pluim di laga kontra Kaya FC Iloilo pada (10/3/2020) mendatang, Ratih mengaku tidak terlalu khawatir lagi, sebab baginya PSM bukan hanya berbicara soal satu pemain saja.
“Memang sih Pluim masih sering jadi tumpuan. Tapi kalau bahas PSM kan bukan cuma bahas Pluim saja. Ada banyak pemain bagus yang terlibat dalam setiap pertandingan PSM.”
“Kemarin lawan Shan United juga bisa menang 3-1 tanpa Pluim. Artinya PSM sudah bisa mandiri tanpa Pluim. Bahkan kalau ada Pluim, biasa kurang leluasa mainnya PSM, karena Pluim selalu dijagai,” beber Ratih.
“Semoga PSM bisa melangkah lebih jauh di AFC. Bisa juara di Liga, dan semua kompetisi bisa dimenangkang,” tutup Ratih.



