Menurut Hamzah, sampai saat ini masyarakat di wilayahnya belum memiliki alternatif lain, selain menjual langsung hasil panen ke tengkulak, meski harganya terkadang sangat rendah.
Mendengar keluhan itu, Tanribali memberikan pandangan dan pemahaman tentang pola ‘Tanam, Petik, Olah, Jual’ yang jika benar-benar dijalankan dengan baik, maka hasilnya akan membuat para petani sejahtera.
“Waktu saya masih menjadi pelatih tentara, saya pernah dan cukup lama tinggal di Lembang, Jawa Barat, yang juga merupakan daerah pertanian. Petani disana sudah bisa mengendalikan harga dan tempat pemasaran. Mereka juga punya alternatif selain menjual langsung hasil panennya, jika harga sedang rendah. Itu yang membuat petani disana bisa sejahtera,” kata Tanribali, yang tiada lain adalah mantan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel itu.
Kata dia, agar para petani di Lingkungan Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggi Moncong bisa lebih sejahtera, petani harus paham tentang tata niaga, dan menerapkan pola ‘Tanam, Petik, Olah, Jual’ dengan baik.
“Makanya petani juga harus mau belajar mengatur dan mengolah hasil pertaniannya, supaya harga jualnya lebih tinggi. Kalau mulai dari memetik, mengolah dan menjual hasil panen itu dilakulan sendiri oleh petani, pasti untungnya akan lebih banyak. Akhirnya, petani bisa sejahtera,” jelasnya.



