PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – DPD II Partai Golkar Parepare menggelar konferensi pers (konpers) di Cafe Warna Warni, Senin (29/11/2021).
Konpers tersebut untuk mengklarifikasi terkait adanya pernyataan Taqyuddin Djabbar dimedia online yang menyudutkan Taufan Pawe, termasuk DPD II Partai Golkar Parepare.
Dalam berita tersebut, Taqyuddin menuding Taufan Pawe telah menghalangi langkahnya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Parepare.
Taqyuddin mengklaim bahwa para Pimpinan Kelurahan (PL) yang mendukung dirinya diminta agar mengalihkan, dan memberikan dukungannya ke Erna Rasyid Taufan, istri Taufan Pawe.
Taufan Pawe, ingin istrinya menjadi calon tunggal di Musda Golkar Parepare. “Karena itu Taufan Pawe berupaya keras menjegal saya dengan berbagai cara, seperti menarik dukungan dari Pincam dan PL Golkar Parepare dari saya,” kata Taqyuddin.
Dalam berita tersebut juga disebutkan, Taqyuddin Djabbar menuding Taufan Pawe sepertinya telah ‘bermain kayu’ dalam mengupayakan bahkan ingin memaksakan istrinya duduki kursi Ketua Golkar.
Terkait hal tersebut, Ketua Harian DPD II Partai Golkar Parepare, Kaharuddin Kadir mengatakan, pernyataan Taqyuddin Djabbar tersebut tidak ada yang benar, dan menduga Taqyuddin gagal paham terhadap aturan yang ada dalam Partai Golkar.
“Proses pendaftaran pencalonan Taqyuddin sebagai calon Ketua DPD II Partai Golkar, sudah kami terima. Kami sudah memeriksa kelengkapan berkas yang dipersyaratkan, dan ada enam berkas persyaratan yang tidak dipenuhi. Dan kami sudah memberikan waktu dan kesempatan untuk dilengkapi, dan hanya dua berkas yang diserahkan, jadi ada empat berkas yang tidak dipenuhi, salah satunya berkas pokok yakni dukungan 30% pemilik suara,” katanya.
Kaharuddin menjelaskan, meskipun belum disampaikan secara resmi, pihaknya memastikan Taqyuddin Djabbar tidak memenuhi syarat untuk maju sebagai kandidat calon ketua.
“Sehingga, mungkin karena merasa tidak bersyarat, maka Taqyuddin membuat isu yang menyudutkan Partai Golkar Parepare, termasuk Taufan Pawe, melalui pernyataan yang disampaikan dimedia,” sesal dia.
Ketua Komisi I DPRD Parepare tersebut menerangkan, dukungan pemilik hak suara terhadap Erna Rasyid Taufan, berdasarkan hasil rapat koordinasi diperluas, dan memustuskan Erna Rasyid Taufan menjadi satu-satunya calon yang akan diajukan oleh pemilik hak suara, tanpa ada paksaan dalam bentuk apapun.
“Dukungan dari PL yang diklaim Taqyuddin, tidak berlaku dalam pencalonan. Dan kami sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan Taqyuddin, di mana berdasarkan laporan yang kami terima dari sejumlah PL bahwa Taqyuddin meminta dukungan, dan memberikan sejumlah uang melalui perantara kepada PL. Ini yang tidak benar! Tentu sangat mencederai demokrasi! Apa mental begini yang mau kita jadikan Ketua Partai Golkar?,” paparnya.
Lebih jauh, mantan Ketua DPRD Parepare ini menyebutkan, jangan karena Taqyuddin Djabbar tidak memenuhi tidak memenuhi syarat pencalonan sebagai Ketua Partai Golkar, sehingga mau seenaknya membuat isu yang menyudutkan Partai Golkar.
“Ini akan kami bicarakan. Jika memang setelah kami melakukan pencermatan lebih dalam terhadap berita tersebut, ternyata ada unsur pencermaran nama baik, kemungkinan akan kami laporkan,” tegasnya.
Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut, pihaknya meminta Taqyuddin Djabbar untuk mengklarifikasi berita dan pernyataan-pernyataannya dalam berita tersebut.
“Kami jamin bahwa isu dan stigma yang dilontarkan Taqyuddin, itu menyesatkan,” tandasnya.



