MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – PSM Makassar tengah bersiap menghadapi lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2020, setelah sebelumnya dihentikan akibat Covid-19.
Pada lanjutan kompetisi ini, tim Juku Eja tidak terlalu ambisi dalam menentukan target di akhir musim nanti. Menurut keterangan asisten pelatih PSM Makassar, Herrie Setyawan, tim yang ia tangani tersebut tidak mematok target tinggi. Ia mengatakan semua akan berjalan santai saja.
“Sebenarnya coach Bojan yang harus ngomong soal ini. Tapi gambaran kedepan kita tidak langsung pasang target tinggi. Santai-santai saja. Semua harus lalui proses,” ujar Heri saat dikonfirmasi Sulselekspres.com, Senin (6/7/2020) sore.
Meskipun ingin menjalani lanjutan kompetisi dengan santai, tetapi PSM tetap ingin finish lebih baik dari musim sebelumnya. Diketahui, musim lalu PSM harus puas berada di peringkat 22 klasemen pada akhir musim.
“Yang jelas kita mau lebih baik dari musim sebelumnya,” jelas Heri.
Berkaitan dengan hal ini, diprediksi PSM tidak akan ambil risiko dalam melakoni laga, demi menjaga stabilitas dan kebugaran pemain agar terhindar dari ancaman cedera.
Target PSM ini seolah berbanding lurus dengan gaji yang diterima para pemain. Sebelumnya, PSSI telah menetapkan status kompetisi dalam keadaan Force Majeure, akibat Covid-19.
Imbasnya gaji para pemain yang wajib diberikan oleh klub hanya sebesar 25 persen dari total kontrak yang disepakati.
Persoalan gaji juga sempat jadi sorotan berbagai pihak, termasuk Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), yang menganggap keputusan tersebut tidak fair karena tidak melibatkan pemain dalam proses pemutusannya.
Selain itu, sejumlah pemain PSM Makassar seperti Bayu Gatra dan Dedi Gudmawan sempat mengeluhkan kondisi tersebut.
“Saya pasrahkan sama klub mas, mau gimana lagi. Kalau busa lebih ya alhamdulilah. Apalagi ful,” ujar Bayu kepada Sulselekspres.com.
Senada dengan Batu Gatra, pemain bertahan PSM Makassar, Dedi Gusmawan, mengaku pasrah dengan kondisi tersebut. Sebab menurutnya, hal itu juga telah diatur dalam kontrak mereka.
“Sebelumnya kita juga sudah tau mas, karena di kontrak tertulis adanya poin Force Majeure. Jadi kita dari pemain hanya mengacu dan ikut kontrak saja mas,” jelas Dedi.
Berbeda dengan dua seniornya, pemain muda PSM Makassar yang biasa dipasang sebagai penyerang sayap, Aji Kurniawan, enggan berkomentar terkait gajinya.
Menurut Aji, ia hanya mengikuti suara terbanyak saja dalam pembahasan gaji, sebab ia merasa masih menjadi pemain muda dan belum berkompeten mengeluarkan komentar soal gaji.
“Maaf saya tidak bisa komentar soal gaji dulu, karena saya kan pemain muda, saya cuma ikut kesepakatan bersama. Ikut ke suara terbanyak,” ujar Aji, Senin (6/7/2020) sore.



