SULSELEKSPRES.COM – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus memperkuat sektor pertanian di tengah pandemi Covid-19.
Salah satu terobosannya, yakni pengembangan pertanian berbasis kawasan korporasi petani yang difasilitasi dengan dana kredit usaha rakyat (KUR) untuk kemajuan, modern dan kemandirian petani.
Tujuannya agar pemenuhan pangan tidak bergantung pada impor dan terdepan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
“Di tengah Covid-19 saat ini, aktivitas lainnya hampir terhenti, kecuali pertanian. Oleh karena itu pertanian itu sesuatu yang pasti, pertanian jawaban dari pelemahan yang ada. BPS mencatat pada saat sektor lain mengalami penurunan, ekspor pertanian bulan Juli 2020 justru meningkat 24,1 persen dibandingkan bulan Juni,” lanjutnya seperti dikutip rilis Kementan hari ini.
“Pertanian adalah sesuatu yang menjanjikan kehidupan yang lebih baik dan bertahan dalam kondisi apapun. Kenapa? Karena adanya pandemi Covid-19, negara seperti Amerika Serikat dan Jepang kembali mengaktifkan sektor pertanian,”kata SYL pada kegiatan tanam sekaligus panen integrasi kedelai-kelapa dan panen jagung di Desa Tontalete, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, dilansir dari CNBCIndonesia, Minggu (30/8/2020).
SYL menjelaskan selain padi, pengembangan komoditas pertanian seperti kedelai, jagung dan komoditas perkebunan seperti kelapa harus dikelola dengan model korporasi petani. Semua pelaku usaha mendapat manfaat dari program ini terutama peningkatan kesejahteraan petani, di mana petani memperoleh layanan sarana produksi dan modal, terlindungi asuransi dan ada kepastian pasar dan jaminan harganya.
“Untuk itu kami mengharapkan kepada provinsi dan kabupaten/kota melakukan gerakan di lapangan dan menggerakkan Kostratani di Kecamatan sebagai ujung tombaknya. Komitmen yang kuat semua pihak yang terlibat di masing-masing tingkatan akan menjadi indikator keberhasilan pencapaian swasembada pangan nasional,” tuturnya.
“Pertanian kuat, kita tidak ada bicara impor. Dari Sulawesi Utara ini kita siapkan pangan untuk negara kita. Jangan biarkan impor masuk. Lahan pertanian kita sangat subur. Kita harus kelola dengan optimal,” pinta SYL.



