29 C
Makassar
Wednesday, March 18, 2026
HomeHealthTes untuk Mengetahui Jenis Kulit

Tes untuk Mengetahui Jenis Kulit

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Mengenali jenis kulit ternyata penting ketika hendak membeli atau memulai perawatan kulit, terutama pada wajah. Pasalnya, salah menggunakan skincare justru dapat memicu masalah kulit baru yang tentu ingin dihindari.

Dibandingkan menerka-nerka, kenali sejumlah tes untuk mengetahui jenis kulit di bawah ini.

1. Tes jenis kulit dengan tisu

Salah satu cara mengetahui apa jenis kulit Anda adalah memanfaatkan tisu. Tes jenis kulit yang satu ini terbilang cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah sendirian.

Langkah tes untuk mengetahui jenis kulit dengan tisu

– Cuci muka sebelum tidur dengan sabun yang lembut
– Tepuk wajah hingga kering
– Tidak menggunakan pelembap, serum, atau minyak
– Tekan tisu pada wajah saat terbangun di pagi hari
– Dengan menekan tisu, Anda bisa melihat bagian wajah mana yang berminyak maupun tidak sama sekali.

Hasil tes
Bila tisu tidak menyerap minyak dari kulit, artinya jenis kulit Anda normal atau sehat. Sementara itu, di bawah ini sejumlah kondisi yang perlu diperhatikan ketika tisu ditempelkan pada kulit.

– Wajah tampak berkilau atau tisu menyerap minyak, artinya kulit berminyak.

– Kulit terasa kencang atau bersisik setelah satu jam, artinya kulit kering.
– Tisu menyerap minyak pada T-Zone (area dahi, hidung, dan dagu) setelah satu jam, tetapi area lain terasa kering, artinya kulit kombinasi.

2. Tape test
Selain memanfaatkan tisu, tes untuk mengetahui jenis kulit lainnya yaitu menggunakan tape atau selotip. Jenis pemeriksaan yang dikenal sebagai tape test ini juga cukup mudah.

Cara tes untuk mengetahui jenis kulit dengan selotip

– Siapkan selotip bening biasa
Basuh wajah dengan pembersih yang lembut
– Keringkan wajah dengan handuk
– Tidak menggunakan pelembap atau produk apa pun
– Tunggu selama 20 menit
– Tempelkan selotip pada wajah, dari daun telinga ke daun telinga lainnya dan atas pangkal hidung
– Diamkan selama 3 menit
– Lepaskan selotip
– Setelah melepaskan selotip secara perlahan, lihat bagian mana yang terasa lengket untuk mengetahui jenis kulit Anda.

Hasil tes

Jika selotip menempel dan terlepas dengan mudah, artinya Anda mempunyai kulit normal.

Di lain sisi, pemilik kulit berminyak mungkin akan kesulitan karena selotip akan lebih sering bergeser. Hal ini disebabkan minyak mencegah perekat ini menempel langsung pada kulit.

Sementara itu, selotip akan terlihat keruh karena serpihan kulit kering ketika dilepaskan. Ciri ini yang menandai seseorang mungkin memiliki jenis kulit kering.

3. Melihat kinerja kulit sepanjang hari

Selain kedua tes di atas, ada cara yang lebih mudah untuk mengetahui jenis kulit, yaitu melihat bagaimana kinerjanya sepanjang hari. Hasil dari metode ini akan dilihat pada penghujung hari, yakni:

kulit terasa berminyak dan tampak berkilau (kulit berminyak),
T-zone tampak berkilau, tetapi daerah lain terasa kering (kulit kombinasi),
memiliki sedikit minyak dan sedikit sisik (kulit normal), serta
kulit terasa gatal, memerah, hingga meradang (kulit sensitif).
Perlu diingat bahwa yang paling mengenali kondisi kulit adalah Anda sendiri. Tes ini setidaknya memudahkan untuk mempelajari bagaimana kulit Anda sebelum membeli skincare agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Faktor yang menentukan jenis kulit
krim malam

Tahukah bahwa sebenarnya jenis kulit yang Anda miliki bisa berubah? Faktanya, karakteristik kulit setiap orang memang berbeda dan hal tersebut bisa berganti akibat sejumlah faktor.

Beberapa faktor yang menentukan jenis kulit seseorang antara lain:

kandungan air dalam kulit,
jumlah minyak pada kulit, dan
tingkat sensitivitas kulit Anda.
Ketiga faktor ini pun bisa dipengaruhi oleh berbagai kondisi, seperti perubahan hormon, genetik, hingga pola makan. Itu sebabnya, tes untuk mengetahui jenis kulit perlu rutin dilakukan agar Anda bisa menyesuaikan perawatan kulit yang akan digunakan.

Selain tes di atas, Anda juga bisa sesekali mencubit kulit dengan lembut untuk mengira-ngira tingkat hidrasi kulit.

Bila Anda bingung harus memulai dari mana, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit atau ahli dermatolog untuk memahami solusi yang tepat.
Sumber: hellosehat.com

 

spot_img

Headline

spot_img
spot_img