Di arena Munaslub Golkar, Natsir menyampaikan NH bahkan telah meminta restu kepada seluruh kader, termasuk jajaran elite, seperti Airlangga Hartato. Sejauh ini, sang ketua umum memberikan dukungan. Bahkan, dalam berbagai kesempatan Airlangga tidak ragu melakukan salam Sulsel Baru.
Disinggung soal isu terkait NH dihadapkan pekerjaan berat di kepengurusan baru DPP Golkar hingga terancam hilangnya jabatan ketua harian, Natsir menanggapinya dengan santai. Disampaikannya, NH merupakan orang yang sangat piawai membagi waktu sesuai tanggungjawab. Hebatnya, seluruh urusan selalu mampu dituntaskan NH dengan hasil maksimal.
“Semua tahu kok, sebelum maju di Pilgub Sulsel, NH memang merupakan orang yang sangat sibuk, tapi semua urusannya berjalan baik. Tidak ada yang terbengkalai, padahal beliau mengurus organisasi besar, mulai dari Golkar, Dekopin hingga International Cooperative Alliance Asia Pacific,” ucap Natsir.
Sedangkan terkait isu NH terancam kehilangan jabatan penting di Golkar, Natsir menegaskan mantan manajer Puskud Hasanuddin itu bukanlah orang yang mengejar kekuasaan. Selama ini, NH memegang jabatan ketua harian Golkar pun demi pengabdian.
“NH tidak pernah kejar kekuasaan. Kalau mau berkuasa, tidak mungkin beliau mau maju di Pilgub Sulsel,” pungkasnya.





