MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Banyak orang memilih untuk menyalakan kipas angin saat tidur karena suhu udara yang masih cukup panas di malam hari. Meskipun bisa membuat nyaman dan tidur menjadi lebih nyenyak, namun hal ini juga bisa berdampak kurang baik bagi tubuh.
Jika kita cermati, tubuh terasa pegal-pegal tatkala bangun keesokan harinya. Sebenarnya, apa penyebab dari munculnya pegal tersebut?
BACA: Saat Cuaca Panas, Lebih Baik Memakai AC atau Kipas Angin ?
Pakar kesehatan dalam laman doktersehat menyebutkan, bahwa untuk mendapatkan waktu tidur yang nyenyak dan berkualitas, suhu kamar memang sebaiknya dibuat menjadi lebih sejuk. Jika kita tidur dengan kondisi suhu ruangan yang panas, maka kita tentu akan lebih mudah terbangun karena badan yang gerah dan penuh dengan keringat.
Untuk membuat suhu kamar lebih terasa nyaman, pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk membuka jendela, menyalakan AC, atau menyalakan kipas angin.
BACA: Begini Cara Atasi Biang Keringat Pada Bayi
Tak hanya membuat kita tidur dengan lebih nyenyak karena suhu udara yang lebih dingin, menyalakan kipas bisa membuat kita mendengarkan white noise dari suara putaran baling-baling kipas yang membuat kita tidur dengan lebih nyenyak.
Sayangnya, jika kita mengarahkan kipas ke tubuh kita saat tidur, maka badan akan terasa pegal-pegal. Hal ini disebabkan oleh udara dingin yang membuat mulut dan hidung kita menjadi lebih kering akibat banyaknya cairan yang menguap. Hal ini tentu bisa menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.
BACA: Hindari Minuman Ini Saat Perut Kosong
Selain itu, paparan angin dari kipas juga akan membuat otot-otot berkontraksi, menegang, dan akhirnya menyebabkan kaku atau kram yang bisa kita rasakan saat kita bangun pagi.
Jika memang suhu udara sangat panas, ada baiknya kita mengarahkan angin kipas ke tembok agar bisa membuat suhu udara di dalam kamar mendingin, bukannya langsung mengarahkannya ke tubuh demi mencegah tubuh pegal dan kaku saat bangun pagi.



